menag-tunisia-abdul-jalil-bin-salimTunis, LiputanIslam.com –  Menteri Agama Tunisia Abdul Jalil Bin Salim melontarkan pernyataan pedas terhadap kaum Salafi/Wahabi dan menyebut faham ini sebagai ajaran yang bertanggungjawab atas tersebarnya terorisme dan radikalisme, dan karena itu dia menyerukan kepada para pemuka agama di Kerajaan Arab Saudi agar segera melakukan reformasi keagamaan.

Pernyataan keras tanpa tedeng aling-aling terhadap Wahabisme dan Saudi itu dia kemukakan dalam sidang Komisi HAM dan Kebebasan parlemen Tunisia, Kamis (3/11/2016).

“Saya katakan kepada duta besar Saudi dan sekjen para menteri Arab yang juga merupakan orang Saudi; ‘Benahilah ajaran kalian, karena para teroris secara historis adalah alumni kalian.’ Saya mengatakan ini dalam kapasitas saya sebagai ulama dan intelektual. Takfir (pengkafiran) tidak keluar dari faham lain dalam Islam kecuali faham Hanbali dan faham Wahabi, maka benahilah akal kalian.”

Faham Wahabisme muncul di Semenanjung Arab pada abad ke-18 Masehi dan didirikan Mohammad bin Abdul Wahhab. Faham ini kemudian melahirkan kelompok-kelompok radikal yang belakangan menggunakan label “Salafi” karena mereka tidak suka disebut “Wahabi” yang konotasinya sudah terlanjur negatif di mata umat Islam.  Belakangan mereka menyebut istilah Wahabi berasal dari kaum Muslim Syiah dan bagian dari kaum ini untuk memojokkan para pengikut ajaran Mohammad bin Abdul Wahhab.

Arab Saudi adalah salah satu negara yang secara resmi menganut faham Wahabi dan disebut-sebut paling ketat menerapkan syariat di Dunia Islam.

Abdul Jalil melanjutkan bahwa di kalangan akademisi Saudi sendiri sekarang sudah mulai terjadi introspeksi dan ada pengakuan dari mereka bahwa para penganut Wahabi memang biang malapetaka di Dunia Islam.

“Kitalah penyebab problematika dan krisis, pikiran dan faham kitalah yang melahirkan teroris, dan faham ini pula yang merepotkan lembaga politik di Kerajaan Arab Saudi,” kata Abdul Jalil, menirukan pengakuan kalangan tersebut.

Menteri Agama Tunisia menambahkan, “Radikalisme dan terorisme yang kita lihat di dunia Islam berpangkal pada faham ini, yang berniat baik maupun yang berniat buruk. Faham ini, secara epistemologis maupun metodologis, tidak menghasilkan apa-apa kecuali radikalisme.”

Tunisia adalah salah satu negara yang paling terkena getah fenomena radikalisme Wahabi sehingga ribuan orang, terutama anak muda, di negara ini tercuci otaknya dan bergabung dengan organisasi-organisasi ekstrem semisal al-Qaeda, ISIS, dan Ansar al-Sharia yang semuanya berfaham Wahabi. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL