Dubai, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) Anwar Qarqash menegaskan bahwa penyelesaian krisis hubungan Qatar dengan Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir bukan berada di Newyork, AS, maupun London, Inggris, melainkan di Riyadh, Arab Saudi.

Di halaman Twitter-nya, Jumat (7/7/2017), dia menulis, “Kebijakan Qatar berlagak sebagai korban tidak akan dapat menutupi dukungannya kepada kekacauan, ekstrimisme, dan terorisme.”

Sehari sebelumnya dia juga membuat beberapa cuitan antara lain; “Adalah ilusi belaka anggapan pihak musuh Arab Saudi bahwa mereka memiliki posisi di Teluk…  Memungkiri kerugian yang ditimbulkan oleh kebijakan Qatar terhadap Bahrain, Arab Saudi, dan negara-negara Arab lainny a adalah tindakan yang aneh. Konspirasi yang telah diatur dan darah yang telah tumpah tak dapat diabaikan.”

Dia menambahkan, “Setelah (Qatar) memiliki rapor kelam dan konspiratif kita malah mendengar klaim dizalimi. Ini pada hakikatnya merupakan reaksi yang terlambat terhadap kebijakan keras kepala dan destruktif yang penyelesaiannya ialah mengubah pendekatan.”

Seperti diketahui, Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir sejak 5 Juni lalu memutus hubungan dengan Qatar dan memblokade negara ini dengan klaim bahwa Doha menyokong terorisme dan mencampuri urusan internal negara-negara lain.

Qatar membantah tuduhan itu serta menilai tindakan mereka berlebihan dan tak dapat diterima. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL