turki davutoglu New York, LiputanIslam.com – Terkait peristiwa penculikan 49 staf konsulat Turki oleh gerilyawan Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIL) di Mosul, Irak, Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davotoglu menegaskan menegaskan negaranya tidak akan membiarkan siapapun yang menyakiti warga negara dan pegawainya.

“Kami akan membalas setelak mungkin terhadap setiap tindakan yang mencelakakan warga negara dan pegawai kami. Semua pihak harus mengindahkan peringatan ini, dan jangan coba meragukan tindakan yang akan kami lakukan dalam masalah ini,” ungkap Davotoglu di New York, Amerika Serikat, sebelum bertolak pulang ke Turki, Rabu (11/6/2014).

Dia mengingatkan bahwa pemerintah Irak bertanggungjawab atas keamanan semua staf dan pekerja konsulat Turki, termasuk Konsul Jenderal dan keluarganya.

“Siapapun jangan coba-coba berani menjajal kekuatan Turki,” ujarnya ketika bersiap-siap meninggalkan pertemuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai kontra-terorisme.

“Kami sudah mengirim perintah ke konsulat kami tiga hari lalu supaya mengungsi. Namun kami memutuskan supaya para staf bertahan dulu di sana akibat intensitas pertempuran. Kami diberitahu oleh pemerintah Irak bahwa evakuasi staf kami beresiko jika tidak dikawal, karena itu mereka lantas berdiam di dalam konsulat,” lanjut Davutoglu.

Dia menambahkan bahwa pemerintah Irak bertanggungjawab atas kondisi mereka.

Penyanderaan terjadi sehari setelah ISIL mengambil alih Mosul Selasa (10/6/2014) lalu dan menawan 31 sopir truk Turki yang membawa bahan bakar untuk pembangkit listrik.

Davotoglu memutus kunjungannya ke New York dan tiba di Ankara, Turki, Kamis (12/6/2014) dini hari waktu setempat. (mm/anadolu)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL