Moskow, LiputanIslam.com –  Di tengah suasana menjelang operasi militer besar-besar Pasukan Arab Suriah (SAA) terhadap kelompok-kelompok bersenjata di provinsi Idlib, Menlu Suriah Walid Muallem menyatakan negara ini sudah berada babak terakhir dalam perjuangannya menumpas kelompok-kelompok pemberontak dan teroris.

“Suriah berada di babak terakhir penyelesaian krisis dan pembebasan seluruh wilayahnya dari teroris. Karena itu Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Perancis bermaksud menyerangnya dengan tujuan menghalangi proses penyelesaian politik dan membantu organisasi teroris Jabhat al-Nusra (yang menguasai sebagian besar wilayah Idlib),” katanya dalam jumpa pers bersama sejawat Rusianya, Sergei Lavrov, di Moskow, Kamis (30/8/2018).

Dia menambahkan, “Apapun yang mereka lakukan, keputusan para pemimpin Suriah ialah memerangi Jabhat al-Nusra di Idlib betapapun perlu banyak pengobanan. Kami siap mengerahkan segenap kemampuan untuk meminimalisir jumlah korban sipil… Ada atau tidaknya serangan segi tiga (AS, Inggris, dan Perancis) tidak akan mempengaruhi tekad kami untuk membebaskan semua wilayah Suriah.”

Statemen ini dinyatakan Muallim setelah belakangan ini tiga negara Barat itu berlagak mengingatkan Presiden Suriah Bashar al-Assad bahwa mereka akan menyerang pemerintah Suriah jika SAA di Idlib sampai melakukan apa yang mereka sebut serangan dengan senjata kimia.

Rabu lalu Menlu Rusia mengingatkan negara-negara Barat agar tidak menghalangi “operasi kontra-teroris” di Idlib. Sedangkan Kamis kemarin dia mengatakan, “Yang tersisa adalah misi pembasmian sarang-sarang teroris yang tersisa, sebelum segala sesuatunya, di zona de-eskalasi di Idlib.”

Lavrov juga mengingatkan kemungkinan akan adanya “provokasi baru” yang bertujuan “menyulitkan penumpasan teroris di Idlib” tapi dengan mengandalkan isu serangan senjata kimia oleh SAA.

“Kami telah mengingatkan para mitra Barat kami secara gamblang untuk tidak bermain api,” tegasnya. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*