Paris, LiputanIslam.com –  Di saat Amerika Serikat (AS) mendapat kecaman luas dari dunia Islam, termasuk oleh Organisasi Kerjasama Islam (OKI), akibat keputusannya mengakui Al-Quds (Yerussalem) sebagai ibu kota Israel, Arab Saudi ternyata masih menilai pemerintah AS di bawah kepresidenan Donald Trump serius mengupayakan perdamaian Palestina-Israel. Saudi bahkan juga mengaku memiliki “peta jalan” untuk menjalin hubungan diplomatik yang total dengan Israel.

Menlu Saudi Adel Al-Jubeir dalam wawancara dengan saluran berita France24 milik Perancis, Rabu (13/12/2017), mengatakan, “Kami meyakini bahwa pemerintahan Trump serius berusaha mewujudkan perdamaian antara Israel dan Arab, mereka bermusyawarah dengan semua pihak, termasuk Kerajaan Arab Saudi, dan menghimpun semua pendapat yang dikemukakan oleh semua pihak, tapi mereka masih memerluka waktu untuk menghimpun dan mengajukannnya.”

Dia menepis laporan yang menyatakan bahwa Putera Mahkota Saudi Mohammad bin Salman telah menekan ketua otoritas Palestina Mahmoud Abbas agar menerima prakarsa damai bernama “Kesepakatan Final”.

“Sikap kami mengenai Al-Quds selalu jelas, kami mempercayai solusi dua negara berdasarkan resolusi-resolusi PBB dan inisiasi perdamaian Arab. Pada akhirnya, akan ada negara Palestina dengan perbatasan tahun 1967 dengan beberapa revisi yang disepakati bahwa Al-Quds Timur merupakan ibu kota baginya.”

Al-Jubeir membantah kabar bahwa Saudi menjalin hubungan dengan Israel, meskipun keduanya sama-sama mencemaskan ekspansi pengaruh Iran di Timteng. Hanya saja, dia menambahkan bahwa Riyah memiliki “peta jalan” (road map) untuk menjalin hubungan diplomasi yang total dengan Israel jika ada kesepakatan damai dengan Palestina.

Menlu Saudi menyatakan demikian tak lama setelah tersiar kabar bahwa Menteri Intelijen Israel, Yisrael Katz, berharap Putera Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman (MbS) berkunjung ke Israel agar menjadi suatu perjalanan bersejarah yang melibatkan dua negara meskipun tanpa hubungan diplomatik resmi.

Kepada laman berita Elaph milik Saudi, Rabu, Katz mengatakan bahwa Israel akan dengan senang hati menjadi tuan rumah MbS di tengah merebaknya rumor mengenai proses normalisasi hubungan Riyadh-Tel Aviv. (mm/rayalyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*