Moskow, LiputanIslam.com –   Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan bahwa negaranya dan Suriah akan merespon telak setiap serangan kawanan teroris di provinsi Idlib, Suriah.

“Para teroris melanjutkan serangan roket dan nirawaknya ke posisi-posisi tentara Suriah di berbagai kawasan negara ini dan Pangkalan Udara Hmeimim Rusia. Kami maupun tentara Suriah tidak akan membiarkan serangan ini tanpa balasan, ” ujarnya dalam jumpa pers bersama sejawatnya dari Mali, Tiebile Drame, Senin (10/6/2019).

Mengenai laporan adanya pengiriman bantuan Turki kepada kawanan bersenjata di Idlib, Lavrov mengaku pihaknya tidak menerima laporan demikian.

Baca: Dalam 2 Hari, Tentara Suriah Habisi 140 Teroris

“Sejauh ini kami belum menerima laporan demikian. Kami tidak memiliki informasi terkait dengan sumber bantuan senjata, tapi kami mengetahui bahwa Idlib penuh dengan senjata negara-negara Barat,” tuturnya.

Dia menambahkan bahwa untuk mencegah tindakan provokatif kawanan bersenjata maka kelompok-kelompok oposisi Suriah harus secepatnya memisahkan diri dari kawanan teroris yang bercokol di Idlib.

Baca: Jurnalis Israel Ungkap Pertemuan Delegasi Oposisi Suriah Dengan Para Pejabat Tel Aviv

Wilayah selatan Idlib belakangan ini diwarnai pertempuran antara tentara Suriah dan kawanan teroris yang meningkatkan serangan terhadap tentara Suriah dari beberapa arah, sementara tentara Suriah bermaksud membalasnya dengan dibantu jet tempur Rusia.

Pertempuran itu berlangsung hebat dan tercatat lebih sengit daripada tahun lalu meskipun berlaku Perjanjian Sochi untuk zona de-eskalasi di provinsi Idlib, dan di berbagai kawasan di sana juga masih ada pospos pemantau Turki, Rusia, dan Iran.

Pada Ahad pekan lalu tentara Suriah berhasil membebaskan distrik Kfar Nabudeh di utara Hama setelah terlibat pertempuran selama beberapa hari. (mm/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*