militan-suriah-di-aleppoRoma, LiputanIslam.com –  Menlu Rusia Sergei Lavrov mengatakan  bahwa kubu oposisi Suriah berada di balik  kemunculan kelompok yang menamakan dirinya “Pasukan Aleppo”  (Jaish Halab/Army of Aleppo) di Aleppo timur, Suriah.

Dalam jumpa pers bersama sejawat Italianya, Paolo Gentiloni, di Roma, Italia, Jumat (2/12/2016), Lavrov memastikan bahwa “Pasukan Aleppo” tak lebih dari akal-akalan oposisi Suriah untuk melindungi kelompok teroris Jabhat al-Nusra, cabang jaringan teroris al-Qaeda di Suriah, dengan cara memberi mereka “merek baru.”

“Saya tidak mengesampingkan bahwa ini hanyalah upaya lain untuk mengubah citra Jabhat al-Nusra dan melindunginya dari pembalasan yang benar,” katanya.

Menurutnya, hampir semua kelompok bersenjata di Aleppo  timur dikendalikan oleh Jabhat al-Nusra.

“Seperti telah saya sebutkan, menurut intelijen kita, … hampir semua kelompok oposisi bersenjata di bagian timur Aleppo memberikan laporan kepada Jabhat al-Nusra. Al-Nusra memiliki sekitar 1.500 militan di sana, sementara kelompok lain di bawah komandonya memiliki hingga 6.000 militan,” tegas Lavrov.

Sehari sebelumnya, Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura kembali menyerukan kepada Jabhat al-Nusra supaya angkat kaki dari Aleppo timur. (Baca: PBB Minta Teroris Jabhat al-Nusra Tinggalkan Aleppo)

Dia mengingatkan bahwa Aleppo timur akan hancur jika aksi militer berkelanjutan di kawasan ini.

Demi menggulingkan pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad, kelompok-kelompok gerilyawan oposisi atau pemberontak Suriah selama ini tak segan-segan berkomplot dengan gerombolan bersenjata yang jelas-jelas diakui oleh dunia sebagai kelompok teroris, termasuk Jabhat al-Nusra yang merupakan perpanjangan tangan al-Qaeda di Suriah.

Agar kelompok oposisi yang didukung Barat dan Arab Saudi cs aman dari tekanan dunia serta tetap mendapat dukungan dana, senjata dan moril dari negara-negara sponsornya, Jabhat al-Nusra lantas bersedia berkamuflase dengan berbagai cara, termasuk dengan mengaku memisahkan diri al-Qaeda, mengubah nama menjadi Jabhat Fateh al-Sham, dan belakangan menyamar lagi dengan nama “Jaish Halab” atau “Pasukan Aleppo”.

Rusia meminta Amerika Serikat (AS) memisahkan oposisi dari teroris, tapi AS tak dapat memenuhinya karena oposisi sudah terlanjur membaur dengan para teroris dan bahkan bergantung pada mereka .  (mm/sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL