Jenewa, LiputanIslam.com –   Menteri Luar Negeri Qatar Mohammad bin Abdurrahman al-Thani menegaskan bahwa penyelesaian krisis hubungan negaranya dengan Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan Mesir tidak bisa diupayakan dengan tindakan mereka mendikte dan memaksakan persyaratannya kepada Qatar yang notabene negara berdaulat.

Dalam rapat pembukaan Dewan HAM di Jenewa, Swiss, Senin (11/9/2017), dia menyebut empat negara pemboikot Qatar itu melakukan “teror pemikiran” karena telah menghukum warga negara masing-masing yang justru bersimpati kepada Qatar.

“Orang yang menuding lawan-lawan politiknya di dalam dan luar negeri sebagai teroris hanya lantaran mereka tidak sependapat dengannya tidaklah serius dalam memerangi teroris,” ungkapnya.

Dia menilai kubu Saudi berusaha menjerumuskan bangsa-bangsa regional ke dalam krisis, menyembunyikan fakta-fakta di depan mata dunia, dan mencemarkan nama baik Qatar yang semuanya berawal dari peristiwa peretasan laman resmi kantor berita nasional Qatar, QNA.

Dia menjelaskan bahwa tindakan negara-negara pemboikot Qatar itu telah berpengaruh pada bangsa-bangsa regional, termasuk di negara-negara itu sendiri, dan tak seorangpun menduga bahwa krisis ini akan sedemikian parah.

Menlu Qatar menuding kubu Saudi terlampau jauh dalam melanggar konvensi internasional dan melontarkan tudingan tak berdasar terhadap Qatar.

“Negara Qatar sudah lebih dari tiga bulan dikenai blokade ilegal yang jelas-jelas melanggar undang-undang dan konvensi internasional terkait, terutama Deklarasi Universal HAM dan hukum internasional mengenai kaidah-kaidah internasional,” ujarnya. (mm/aljazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL