menlu mesir sameh shoukryKairo, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) Mesir Sameh Shoukry memastikan bahwa perselisihan Iran dengan negara-negara Arab kawasan Teluk Persia bernuansa politik, bukan mazhab.
“Perselisihan ini bermotif politik, dan bahkan juga pernah ada sebelum revolusi (Iran) ,” ungkapnya dalam wawancara dengan portal berita Mesir al-Youm7, sebagaimana dikutip IRNA, Senin (28/3).

Menurutnya, ada semacam rivalitas yang sebenarnya wajar antara Iran dan negara-negara itu, namun ada pihak asing yang menungganginya, termasuk dengan mengesankannya sebagai persaingan bermotif mazhab, sehingga kepentingan kedua pihak sama-sama terancam.

“Ada semacam persaingan antara Iran di satu pihak dan negara-negara jiran dan sekitarnya di pihak lain yang semuanya berjalan pada kerangkanya yang alami. Hanya saja, ada negara-negara tertentu yang demi mengejar kepentingannya sendiri dan sangat mungkin juga karena kebesaran dan kekuatan Iran bergerak menghadang kepentingan kedua pihak tersebut,” paparnya.

Sembari menyinggung kekacauan situasi regional Timur Tengah yang kental dengan campurtangan asing dan sepak terjang Amerika Serikat, Menlu Mesir menambahkan, “Api konflik kian berkobar dan kemudian menjadi berbau mazhab… Ada orang-orang tertentu yang sengaja mempertajam aroma kemazhaban demi melincinkan interes mereka sendiri.”

Sameh Shoukry menilai berlanjutnya kondisi demikian jelas akan mengecilkan peluang untuk keluar dari situasi konflik. Karena itu dia mengimbau, “Dibanding orang lain, kita harus lebih waspada terhadap bahaya isu ini dan harus mengambil jarak darinya, jangan sampai kita meniup isu ini, karena perselisihan yang ada sebenarnya bernuasa politik sehingga harus diselesaikan dalam kerangka politik pula.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL