menlu-iran-muhammad-javad-zarifWina, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Islam Iran Mohammad Javad Zarif menegaskan bahwa sanksi Barat dalam bentuk apapun terhadap Iran tidak akan dapat mempengaruhi tekad dan cita-cita besar bangsa Iran. Hal ini dia kemukakan dalam pertemuan dengan ketua dan anggota komisi kebijakan luar negeri parlemen Austria di  sela-sela perundingan nuklir putaran kedua Iran dengan Kelompok 5+1 di Wina, Austria, Rabu (19/03/2014).

Zarif menegaskan kembali hak negara dan bangsanya memanfaatkan energi nuklir untuk tujuan damai, serta menilai pembicaraannya dengan Kelompok 5+1 mengalami perkembangan positif. “Beberapa bulan ke depan akan dicapai kesepakatan yang solid,” harap Zarif.

Mengenai pemilu di Iran, dia menilai pemungutan suara di negara ini berlangsung jujur, bebas dan adil, dan peran rakyat sangat determinan dalam transformasi politik dan penentuan pemerintah. Dia berharap dengan terbentuknya pemerintah baru yang menjadikan moderatisme sebagai slogan utamanya dalam kampanye pemilu Iran dapat memperbaiki kondisi ekonomi dan pergaulan negara ini dengan khalayak dunia.

Menlu Iran juga mengingatkan bahwa kebermartabatan dan independensi sudah menjadi spirit bagi bangsa Iran. Karena itu dia mengimbau Barat supaya mengubah paradigmanya terhadap Iran dan mengindahkan prinsip saling menghormati. “Jika rakyat Iran menengara adanya upaya campurtangan asing dalam urusan internal Iran atau upaya pemaksaan pendapat dan keyakinannya maka mereka tentu akan bereaksi keras, dan dapat dipastikan bahwa sanksi dalam bentuk apapun tidak akan dapat mempengaruhi tekad mereka,” tutur Zarif.

Menlu Iran juga memastikan bahwa pemerintah baru Iran sangat konsen terhadap isu hak asasi manusia (HAM). Dalam hal ini dia mengritik standar ganda Barat. Menurutnya, Barat bersikap tebang pilih  dalam isu HAM dan menjadi kehilangan kepekaannya ketika kasus pelanggaran HAM terjadi di negara-negara sekutunya.

Di pihak lain, perwakilan dari parlemen Austria mengaku negaranya sangat mementingkan hubungan dengan Republik Islam Iran. Sambil berharap adanya kemajuan dalam perundingan nuklir Iran dengan Kelompok 5+1, mereka juga mengemukakan pandangannya seputar isu HAM, lingkungan hidup dan krisis Suriah. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL