Iran_nuclear_programTeheran, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menilai riset dan pengembangan nuklir Iran sebagai bagian dari proses berpikir saintifik sehingga tidak mungkin dapat dibatasi. Dia juga optimis bahwa negosiasi nuklir Iran dengan lima negara anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) plus Jerman yang tergabung dalam Kelompok 5+1 tidak akan mendapat banyak kesulitan.

“Kami tidak memiliki senjata nuklir dan tidak pula bermaksud meraihnya, karena itu saya kira tidak sulit untuk meraih kesepakatan final di bidang nuklir,” ujar Zarif dalam wawancara dengan koran Austria berbahasa Jerman, Der Standard, seperti dikutip FNA Kamis (10/4).

“Di satu sisi,” lanjut dia, “kami memikirkan soal hak nuklir Iran, sedangkan di sisi lain kami memikirkan upaya mengatasi kerisauan yang ada terhadap program nuklir Iran.”

Menurut Zarif, untuk mencapai kesepakatan nuklir Iran diperlukan kehendak politik, kejujuran dan keterjauhan dari sikap berlebihan dan ekstrim. Pada perundingan tahap sebelumnya dia  mengusulkan supaya kerja kedua pihak berdasar draft perjanjian kesepakatan dimulai sejak Mei mendatang, dan Iran sudah membukakan peluang yang memadai untuk mencapai kata sepakat.

Menlu Iran menambahkan bahwa draft perjanjian harus mengacu pada inisiatif kedua pihak sehingga semua pihak dapat merasa memiliki draft itu. Prinsip ini harus diterapkan terutama menyangkut Iran, karena pihak Iranlah yang sedang dalam posisi berbicara tentang program nuklir, bukan pihak lain. “Aspek kehormatan, keseteraan, dan prinsip saling menghargai sangatlah penting bagi rakyat Iran,” ungkap Zarif.

Saat ditanya soal bahwa kesepakatan nuklir Iran cenderung bergantung pada pembatasan program nuklir negara ini, Zarif mengatakan, “Sampai sekarang masih belum jelas, karena segala sesuatu yang mengandung pembatasan akan tertera pada teks perjanjian. Hanya saja, tidak akan pernah berpengaruh apabila pembatasan terhadap program nuklir Iran itu merambah ke semua bidang, termasuk riset dan pengembangan.” Dia beralasan, riset dan pengembangan adalah bagian sains dan keberpikiran, sedangkan keberpikiran adalah sesuatu yang tidak mengenal batas. (mm/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL