perundingan nuklir iranBaghdad, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Mohammad Javad Zarif menilai ada kemajuan dalam perundingan nuklir Iran dengan Amerika Serikat (AS) yang telah berlangsung tiga hari di Jenewa, Swiss. Di pihak lain, pejabat Tel Aviv mengaku pihaknya mengetahui secara detail jalannya perundingan nuklir Iran, sementara juru bicara Gedung Putih menepis anggapan bahwa perundingan itu ditujukan untuk mencapai kesepakatan yang masa berlakunya hanya 10 tahun saja.

Sebagaimana dilaporkan IRNA, Jawad Zarif dalam jumpa pers bersama sejawat Iraknya, Ibrahim al-Jafari, di Baghdad, ibu kota Irak, Selasa kemarin (24/2/2015) telah menjawab pertanyaan wartawan seputarl perundingan nuklir Iran.

“Perundingan ini dihadiri oleh para pakar papan atas Iran dan AS, dan ada kemajuan bagus dan terus ditindak lanjuti pada taraf yang baik dalam beberapa tema. Namun demikian, masih ada beberapa tema lain yang masih akan dibicarakan di Jenewa pada pekan mendatang,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa perundingan itu dilakukan sebagai kelanjutan negosiasi untuk mencapai “solusi yang logis dan sejalan dengan prinsip saling menghormati.”

Javad Zarif mengadakan kunjungan kenegaraan ke Irak dan tiba di Baghdad Selasa kemarin. Kunjungan ini merupakan yang kedua kalinya sejak Haider al-Abadi menjabat sebagai perdana menteri Irak.

Israel Mengaku Tahu Seluk Beluk Perundingan Nuklir Iran

Menyusul tersiarnya laporan mengenai surutnya kerjasama intelijen AS dengan Israel terkait perundingan nuklir Iran, seorang pejabat Israel mengatakan bahwa Tel Aviv memiliki cara-cara sendiri untuk mendapatkan berita-berita mengenai perundingan nuklir Iran.

“Sesuai apa yang kami ketahui dari orang-orang AS, sekarang sedang terjadi proses menuju sebuah kesepakatan buruk,” ungkap pejabat Israel yang tak disebutkan namanya itu, sebagaimana dilansir Times of Israel.

Dia menambahkan bahwa Israel juga mengetahui seluk beluk kesepakatan nuklir AS dengan Iran melalui sumber-sumber non-AS.
Times of Israel menyebutkan bahwa pernyataan pejabat Tel Aviv itu dikemukakan sebagai reaksi atas pernyataan Menlu AS John Kerry Selasa kemarin bahwa sampai sekarang belum ada kesepakatan nuklir dengan Iran untuk dapat diberitahukan kepada Tel Aviv.

Kesepakatan Nuklir Untuk 10 Tahun?

Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest menepis anggapan bahwa perundingan nuklir dengan Iran ditujukan untuk mencapai kesepakatan yang berlaku hanya untuk jangka waktu 10 tahun saja.

Sebagaimana diberitakan AFP, dalam jumpa pers di Washington, AS, Selasa (24/2/2015) dia mengatakan, “Sebagian kalangan menyatakan bahwa kami merekomendasikan kesepakatan yang jangka waktunya hanya 10 saja. Ini tidak benar.. .Ini tidak merefleksikan pendirian AS dan negara-negara mitra kami dalam perundingan.”

Perundingan nuklir Iran dengan enam negara terkemuka atau kelompok 5+1 (AS, Rusia, Inggris, Perancis, Cina dan Jerman) di Jenewa telah memasuki babak final dan harus menghasilkan kesepakatan komprehensif paling lambat tanggal 31 Maret 2015. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL