Teheran, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif meledek hubungan Washington-Tel Aviv dengan mengatakan bahwa AS tidak membutuhkan musuh lagi ketika sekutunya sendiri ternyata melakukan aksi mata-mata terhadapnya. Ledekan ini dilontarkan Zarif menyusul adanya laporan bahwa Israel terlibat aksi spionase di Gedung Putih.

“#Tim_B Menyerang lagi,” cuit Zarif, Jumat (13/9/2019). “Tim B” adalah istilah yang dibuat oleh Zarif sendiri untuk menyebut sejumlah pejabat dari beberapa negara yang dianggapnya sebagai penghasut perang, termasuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Zarif melampiri cuitannya dengan laporan perusahaan jurnalisme politik Amerika Politico sembari menuliskan, “@realDonaldTrump: Dengan adanya aksi MATA-MATA TERHADAP PRESIDEN AS oleh BFF di #Tim_B – yang telah menguras kas AS dan menyandera kebijakan luar negeri AS -, Amerika tidak butuh musuh. “\

Baca: Israel Pasang Alat Spionase di Sekitar Gedung Putih

Politico dalam laporannya pada Kamis lalu mengutip tiga informasi dari mantan pejabat senior AS yang mengatakan bahwa pemerintah AS dalam dua tahun terakhir berkesimpulan bahwa Israel kemungkinan besar berada di balik penempatan ponsel pengintai yang ditemukan di dekat Gedung Putih dan lokasi sensitif lainnya di sekitar Washington.

Baca:Rouhani: Mustahil Bicara dengan AS jika Sanksi Belum dicabut

Menanggapi laporan itu, Trump kepada wartawan mengaku “sulit dipercaya” Israel telah menempatkan alat spionase tersebut.

“Saya tidak berpikir Israel memata-matai kita. Hubungan saya dengan Israel sangat bagus … Apa pun mungkin, tetapi saya tidak percaya,” kata Trump yang pernah mengaku sebagai presiden paling pro-Israel sepanjang sejarah AS. (mm/presstv/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*