Javad-ZarifTeheran, LiputanIslam.com – Teheran kembali mengecam resolusi anti-Iran yang dikeluarkan Uni Eropa belum lama ini. Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Mohammad Javad Zarif mengingatkan, jangan harap delegasi parlemen Eropa dapat berkunjung ke Iran jika hendak mencoba mengangkat persoalan dan syarat-syarat yang tercantum dalam resolusi tersebut.

“Parlemen Eropa tidak berada pada martabat dan posisi moral yang membuatnya patut mengemukakan pendapat tentang kondisi negara lain,” ungkap Zarif di depan Komisi Kemanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Majelis Permusyawaratan Islam Iran, Minggu (6/4), seperti dikutip IRNA.

Dia menambahkan, “Kedudukan parlemen (Eropa) ini remeh dalam hubungan internal Eropa sendiri, sedangkan dalam hubungan internasional juga sangat marginal, karena itu ia tidak berada pada posisi di mana ia patut digubris dan diperbincangkan terlampau jauh.”

Menurut Zarif, dari segi politik, hukum dan rekam jejak terakhir di Eropa, terutama terkait genosida yang di terjadi di Bosnia dan kawasan Balkan pada dekade 1990-an, sentimen negatif Eropa terhadap warga asing dan Muslim serta sikapnya terhadap wacana keanggotaan negara Muslim dalam Uni Eropa, jelas bahwa Parlemen Eropa bukan pihak yang “sah” dan layak bernasihat kepada pihak lain tentang hak asasi manusia (HAM).

“Ada banyak tragedi dan peristiwa HAM yang sangat memprihatinkan di jantung Eropa, karena itu tidaklah pada tempatnya jika kelompok garis keras mengeluarkan perintah dan larangan kepada suatu komunitas masyarakat yang beradab dan selalu menyerukan dialog dan kerukunan hidup bersama serta tidak memiliki rekam jejak apapun terkait dengan genosida dan kejahatan perang,” kecam Zarif.

Menlu Iran kemudian menyorot masalah ini dengan kacamata perbandingan antara kualitas pemilu Iran dan pemilu di Eropa.  “Rakyat Iran tidak akan pernah membiarkan kelompok-kelompok yang minim gairah dalam pemilu – yakni dipilih melalui pemilu yang tingkat partisipasi rakyatnya hanya 43 persen, sebagaimana terlihat dalam pemilu terbaru Parlemen Eropa-  berbicara tentang pemilu Iran yang tingkat partisipasi rakyatnya mencapai lebih dari 73 persen, serta menimbang pemilu ini berdasar tolok ukur dan kriteria-kriteria arogan mereka,” ungkap Zarif.

Menlu Iran lantas menegaskan bahwa pemerintah Iran tidak akan pernah mengizinkan delegasi parlemen Eropa berkunjung ke Iran sambil membawa resolusinya tentang Iran. “Orang-orang Eropa harus tahu,” tandas Zarif, “bahwa bangsa Iran yang besar dan beradab menghendaki pergaulan dengan negara-negara lain berdasar prinsip saling hormat dan kesetaraan, dan karena itu Iran tidak akan pernah dapat menerima perilaku yang berbau penghinaan dan intervensi dari kelompok dan negara manapun.”

Zarif menilai sinisme Parlemen Eropa terhadap Iran tidaklah lepas dari faktor gerilya kaum Zionis di tengah arus perkembangan negosiasi nuklir Iran. “Berdasar data-data terpercaya,” ungkap Zarif, “kami meyakini bahwa seiring dengan adanya perundingan nuklir yang sedang berjalan positif dan konstruktif antara Republik Islam Iran dan Kelompok 5+1 kaum Zionis bergerilya untuk mengacaukan proses ini dengan cara mengangkat isu-isu palsu, bohong, murahan, licik dan tentunya akan kandas jika semua negara yang terlibat dalam perundingan ini waspada, berpandangan jauh ke depan dan jeli.”

Selasa 3 April lalu Parlemen Eropa mengesahkan resolusi berisikan pernyataan-pernyataan negatif tentang Iran. Resolusi itu disusun dalam 7 halaman dan terdiri atas 23 pasal.  Menjelang tahap baru perundingan nuklir Iran dengan Kelompok 5+1 yang dijadwalkan berlangsung di Wina, Austria, Selasa 9 April 2014,  Menlu Iran memenuhi panggilan Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Majelis Permusyawaratan Islam Iran untuk memberikan penjelasan seputar perkembangan terkini yang berkaitan dengan negosiasi nuklir Iran.

Kelompok 5+1 adalah negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yaitu Rusia, Cina, Perancis, Inggris dan Amerika Serikat plus Jerman. Kelompok ini belakangan terlibat perundingan intensif dengan Iran untuk mengatasi perselisihan Teheran dengan Barat mengenai proyek nuklir Iran. (mm/irna/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*