iran menlu javad zarifTeheran, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Mohammad Javad Zarif menyatakan Barat tidak bisa lagi main tekan begitu saja terhadap Iran, karena di mata dunia Iran sudah terbukti suka berdialog dan berinteraksi dengan pihak lain tapi di saat yang sama tetap konsisten pada prinsipnya dan pantang tunduk kepada tekanan negar-negara Barat.

“Musuh-musuh bangsa Iran tidak bisa merekonstruksi suasana tahun lalu, dan kami sudah mengatakan kepada mereka bahwa mereka tidak bisa menerapkan lagi syarat-syarat sanksinya yang telah lalu terhadap Iran, dan mereka sendiri menyadari realitas ini,” ungkap Zarif kepada parlemen Iran, Majelis Syura Islam, Teheran, Selasa (24/6/2014), sebagaimana dilansir FNA.

Menlu Iran menjelaskan bahwa sanksi-sanksi yang diterapkan AS dan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) secara irasional, zalim dan menyalahi hukum internasional bertujuan memisahkan pemerintahan Islam Iran dari rakyatnya tapi sia-sia belaka.
“Dalam jangka waktu lima bulan beberapa hari pasca kesepakatan kami berhasil membebaskan sebagian dana yang diblokir sekaligus mencegah pengetatan sanksi,” lanjut Zarif.

Menurutnya, Barat sudah tidak mungkin lagi kembali kepada keadaan pra perundingan Genewa antara Teheran dan enam negara yang tergabung dalam Kelompok 5+1 (AS, Inggris, Perancis, Rusia, Tiongkok plus Jerman).

“Di level internasional kami telah berhasil menciptakan iklim di mana seandainyapun perundingan gagal membuahkan hasil, AS tetap tidak menerapkan syarat-syarat sanksinya seperti yang sudah-sudah,” kata Zarif.

“Sebagian musuh Iran,” lanjut Zarif, “berusaha meningkatkan tekanan, tapi sekarang di mata khalayak dunia sudah jelas bahwa bangsa Iran suka berinteraksi dan berdialog, tapi di saat yang sama tidak akan pernah sudi bertekuk lutut di depan pemaksaan kehendak pihak lain. Iran bersiteguh pada prinsip-prinsip-pinsip yang dianutnya.”

Menlu Iran memastikan bahwa tim perunding nuklir Iran tidak mungkin akan melangkahi “garis merah”. “Kami tahu persis ada garis merah yang tidak boleh dirundingkan, walaupun mereka (Barat) berobsesi menegosiasikannya,” tandas Zarif.

Dia menambahkan, “Garis merah itu ditentukan oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam (Grand Ayatullah Ali Khamenei). Semua materi yang dirundingkan selalu dilaporkan kepada beliau secara detail, dan tim perunding sendiri konsisten menerapkan secara cermat semua kebijakan pemerintah dan pandangan Pemimpin Besar Revolusi Islam.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL