Manama
, LiputanIslam.com –  Menlu Bahrain Khalid bin Ahmad bin Mohammad Al-Khalifa melontarkan pernyataan pedas terhadap Iran dan menyebutnya “barang sementara” sehingga mendapat reaksi yang tak kalah pedasnya dari Iran.

Melalui akun Twitter-nya, Selasa (26/12/2017), Khalid menyatakan, “Saya ulangi dan tidak akan membuang kesempatan, Iran adalah sesuatu yang tercela, sedangkan republik Islam adalah perkara darurat, kondisi aneh, dan sesuatu yang temporal.”

Dia juga mencuit, “Republik Islam dan para pengikutnya mengetahui siapa yang menghadang rencana ekspansif penuh kebencian mereka, dan mereka berkonspirasi terhadapnya…. Semoga Allah melindungi Sang Raja dan orang-orangnya yang ikhlas.”

Di cuitan lain dia juga menyebutkan, “Jika Republik Islam (Iran) tidak terkesima pada pernyataan kami maka silakan ia meneguk laut dan membenturkan kepalanya ke empat dinding.  Kami dan saudara-saudara kami berdiri meneropong mereka dan rencana-rencana mereka.”

Sehari sebelumnya Menlu Bahrain juga membuat cuitan serupa dengan menuliskan, “Iran adalah sesuatu yang langgeng, sedangkan republik Islam adalah sesuatu yang sementara.”

Menanggapi pernyataan Menlu Bahrain tersebut jubir Kemlu Iran Behram Qassemi menyatakan kepada pemerintah Bahrain, “Kalian terlampau remeh dan kecil untuk berbicara tentang Iran yang menjulang tinggi dengan sejarah dan kebudayaannya yang tua dan luhur.” (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*