Washington, LiputanIslam.com –  Amerika Serikat (AS) memperingatkan Iran ihwal rencana peluncuran tiga satelit negara republik Islam ini ke orbit, dan menyebutnya melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB tentang program nuklir Teheran.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, Kamis (3/1/2019), mengatakan bahwa roket yang digunakan Iran untuk mengirim satelit ke ruang angkasa menggunakan teknologi “hampir identik” dengan teknologi rudal balistik yang mampu membawa hulu ledak nuklir, yang pada akhirnya dapat mencakup rudal jarak jauh yang mampu mencapai AS.

“Kami menyarankan rezim ini untuk mempertimbangkan kembali peluncuran provokatif ini dan menghentikan semua kegiatan yang berkaitan dengan rudal balistik untuk menghindari isolasi ekonomi dan diplomatik lebih lanjut,” ancamnya.

Wakil Menteri Pertahanan Iran Jenderal Qassem Taghizadeh pada November 2018 mengatakan bahwa Iran akan meluncurkan tiga satelit keruang angkasa “dalam beberapa bulan mendatang.”

“Satelit-satelit ini dibuat dengan menggunakan pengetahuan dalam negeri dan akan ditempatkan di ketinggian yang berbeda,” katanya, seperti dikutip kantor berita semi-resmi Iran ISNA.

Iran melihat keuntungan ekonomi dalam pengembangan program satelit, yang dapat menjadi sumber pendapatan yang diperlukan, dan dapat pula digunakan untuk kegiatan mata-mata. Namun intelijen AS mengklaim teknologi itu bisa diubah menjadi rudal jarak jauh.

Pompeo mengatakan peluncuran roket itu akan melanggar Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB tahun 2015, yang meratifikasi perjanjian internasional Iran dengan negara-negara besar untuk mengakhiri program nuklir Iran dan memintanya agar mengakhiri kegiatan peluncuran rudal balistik.

Tahun lalu, Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan itu dan menjatuhkan kembali sanksi terhadap Teheran. (mm/railayoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*