larvov-dan-kerryWashington, LiputanIslam.com –   Menlu Amerika Serikat (AS) John Kerry mengaku pasukan Rusia terlibat dalam perang di Suriah bertujuan mencegah pendudukan Damaskus, ibu kota Suriah, oleh kelompok teroris-kelompok teroris.

“Ketika Presiden(Rusia)  Putin datang, tujuannya antara lain menopang al-Assad (Presiden Suriah), tapi juga karena saat itu ISIS/Daesh menguasai banyak wilayah, sedangkan al-Assad berada dalam posisi yang sangat rentan. Para ekstremis radikal mendapatkan banyak wilayah terhadap Assad, sedangkan Assad berada di posisi yang sangat rapuh,” katanya dalam wawancara dengan MSNBC, seperti dikutip realclearpolitics.com, Sabtu (7/1/2017).

“Iran dan Rusia lantas bersama-sama menguatkan Bashar al-Assad dan menyelamatkannya dari kemungkinan para ekstrimis mengambil alih negara ini (Suriah),” lanjutnya, sembari mengaku bahwa AS sebenarnya juga mencemaskan kemungkinan al-Nusra dan ISIS dapat bergerak menuju Damaskus.

Dia juga menyatakan bahwa bersama Iran, Hizbullah dan organisasi-organisasi lain, Rusia berhasil  melemahkan kubu oposisi,

“Tapi ini tidak akan mengakhiri perang,” imbuhnya.

Menlu AS kemudian mengunggulkan negosiasi di Jenewa dibanding prakarsa Putin untuk penyelesaian krisis Suriah. Dia menilai apa yang dilakukan Putin tidak membuatnya terlepas dari kebutuhan kepada perundingan Jenewa.  (mm/ realclearpolitics.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL