Ankara, LiputanIslam.com –  Menteri Pertahanan Qatar Khalid bin Muhammad al-Atiyyah menegaskan bahwa negara manapun tidak berhak mendikte Doha agar menutup pangkalan militer Turki di Qatar. Bersamaan dengan ini Arab Saudi memastikan kontinyitas boikot terhadap Qatar.

“Siapapun tidak berhak meminta kami menutup pangkalan militer Turki yang sudah lama diketahui oleh semua orang,” ungkap al-Atiyyah dalam wawancara dengan TRT World milik Turki yang disiarkan, Senin (17/7/2017).

Menyinggung desakan negara-negara pemboikot Qatar untuk penutupan pangkalan tersebut dia menambahkan, “Masalah ini terkait semata-mata dengan hubungan antara dua negara yang sama-sama berdaulat… Adanya pangkalan militer Turki sudah diketahui semua orang sejak dulu.”

Dia juga megonfirmasi bahwa salah satu tuntutan negara-negara itu memang penutupan pangkalan militer Turki di Qatar.

Seperti diketahui, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir ramai-ramai memutuskan hubungan dengan Qatar sejak 5 Juni lalu sembari menuding Qatar sebagai negara pendukung teroris. Qatar menanggapi tudingan ini dengan mengaku sedang menghadapi “serangan berita hoax.”

Sementara itu, dewan menteri Saudi dalam rapatnya yang dipimpin Raja Salman Bin Abdul Aziz di Jeddah, Senin, menegaskan bahwa aksi boikot terhadap Qatar akan terus berlanjut sampai Doha memenuhi desakan negara-negara pemboikot.

Menteri Kebudayaan Dan Informasi Saudi mengatakan, “Dewan menteri menyimak sejumlah laporan mengenai aneka peristiwa dan perkembangan baru, dan dalam konteks ini telah menyinggung pernyataan bersama yang dirilis oleh Kerajaan Arab Saudi, Republik Arab Mesir, negara Uni Emirat Arab, dan Kerajaan Bahrain.”

Dia menambahkan bahwa empat negara ini menegaskan kontinyuitas tindakan yang telah ditempuh selama ini sampai pemerintah Qatar bersedia menerapkankanya. (mm/rayalyoum/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL