Doha, LiputanIslam.com –  Menteri Pertahanan Qatar Khalid Bin Mohammad al-Atiyyah menyebut Iran sebagai negara jiran yang telah memberi nafas pertama kali kepada Doha dengan membuka zona udara untuk penerbangan Qatar setelah negara Arab Teluk ini diblokade oleh sejumlah negara Arab jirannya.

“Secara statistik kami tidak memiliki kerjasama dengan Iran lebih besar daripada negara-negara pemboikot Qatar, tapi Iran merupakan jiran dan mitra kami di medan gas utara sehingga mendorong kami untuk konsisten bekerjasama dan menciptakan kerukunan hidup bertetangga antara Iran dan Qatar,” ungkap al-Atiyyah dalam wawancara dengan RT milik Rusia, Selasa (25/7/2017).

Dia menambahkan, “Iran adalah negara yang telah membuka zona udaranya untuk aktivitas penerbangan Qatar, sementara negara-negara saudara kami sesama Arab justru memboikot kami. Teheran pada hakikatnya telah memberi bantuan nafas pertama bagi Qatar di tengah sanksi dan blokade, dan Teheran juga telah memenuhi beberapa kebutuhan Qatar kepada bahan pangan. Bukankah kebaikan harus dibalas kebaikan?”

Menhan Qatar mengingatkan bahwa jika Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab (UEA), dan Bahrain tidak menghentikan blokadenya maka Doha akan menempuh jalur hukum internasional. Sedangkan mengenai pernyataan keras Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melalui Twitter Al-Atiyyah mengatakan bahwa pernyataan itu bukanlah sikap resmi dan permanen Trump.

Dia juga menilai Qatar telah ditikam oleh kubu Saudi karena sebelum itu Qatar turut menghadiri pertemuan puncak dengan Trump di Riyadh, Arab Saudi, dan saat itu Qatar mendapat sambutan baik dari mereka.

Mengenai serangan aliansi pimpinan Saudi ke Yaman dia mengatakan, “Qatar semula mengusulkan solusi politik bagi krisis Yaman, tapi kemudian terpaksa bergabung dengan aliansi Arab anti-Yaman.”

Seperti diketahui Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir serta sejumlah negara penerima bantuan dari Saudi tiba-tiba memutus hubungan dan memboikot Qatar dengan tuduhan bahwa Doha menyokong terorisme. Aksi itu mereka lakukan setelah tersiar rekaman suara yang dikaitkan dengan Emir Qatar Tamim bin Hamad al-Thani dan antara lain berisikan kecaman terhadap sikap negara-negara Teluk terhadap Iran.

Kubu Saudi kemudian memboikot dan menekan Qatar supaya memenuhi beberapa tuntutan mereka, namun Doha bersikeras menolaknya dengan alasan tuntutan itu menyalahi kedaulatan Qatar. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL