AlQuds, LiputanIslam.com –   Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman, Selasa (3/10/2017),menyebut Presiden Suriah Bashar Assad sebagai pemenang perang di negaranya, dan mendesak Amerika Serikat (AS) agar memcermati keberhasilan Iran dan Hizbullah Lebanon eksis di Suriah.

Pernyataan Lieberman juga menandai keprihatinan negara Zionis ini karena para petinggi Tel Aviv pada awal perang Suriah pada tahun 2011 sampai pertengahan 2015 menduga Assad akan kehilangan kendali dan terguling.

“Saya melihat antrian internasional yang panjang berbaris untuk merayu Assad, termasuk negara-negara Barat, termasuk Sunni moderat. Tiba-tiba semua orang ingin mendekati Assad. Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Karena Assad menang, semua orang antri… Saya tidak ingat ada perang sedemikian parah menumpahkan darah rakyat pasca Perang Dunia II, tapi al-Assad malah keluar sebagai pemenang perang,” katanya kepada situs berita Israel Walla.

Dia menambahkan, “Kami ada di front utara berhadap dengan Rusia dan Iran, juga dengan Turki dan Hizbullah. Kondisi ini tidak sederhana, dan kami berinteraksi dengannya sehari-hari… Ini memerlukan pengerahanupaya 24 jam selama tujuh hari dalam satu minggu… Banyak tantangan yang dihadapi Washington, tapi yang perlu diperhatikan ialah bahwa setiap kali ada upaya AS kondisi selalu membaik bagi negara Israel.”

Pada akhir tahun 2015 Rusia membantu Assad mengubah arus dengan sebuah intervensi militer dan mengerahkan pasukannya di lapangan bersama musuh terkuat Israel, Iran dan Hizbullah Lebanon yang berlawanan dengan pemberontak Suriah. (mm/reuters/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL