israel-iran-warTeheran, LiputanIslam.com – Menteri Pertahanan Iran Brigjen Hossein Dehgan menegaskan bahwa kemampuan rudal Iran tidak mungkin dapat dinegosiasikan. “Kapasitas rudal Iran adalah untuk pertahanan, konvensional, untuk pencegahan dan tidak bisa dinegosiasikan,” tegas Dehgan Minggu (25/5).

Dia menambahkan, “Rezim Zionis (Israel) selalu waswas melihat daya cegah yang dimiliki oleh Republik Islam Iran, sebab seandainya daya cegah itu tidak ada maka rezim pendudukan itu akan menjajah Timur Tengah melalui peperangan dan pertumpahan darah.”

Pernyataan ini dikemukakan Dehgan sebagai tanggapan atas seruan yang sering dilontarkan para pejabat AS belangan ini supaya masalah program rudal Iran dicantumkan dalam perjanjian Teheran dengan lima negara anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) plus Jerman (Kelompok 5+1).

Lebih jauh Menhan Iran balik menyerukan pemusnahan senjata nuklir, kimia dan biologi yang dimiliki oleh AS dan Israel.

Seruan balik Dehgan ini juga diberitakan oleh Harian The Times of Israel Senin (26/5) dengan menyebutkan, “Menhan Iran Brigjen Hossein Dehgan Minggu kemarin menyatakan bahwa diskusi tentang pemusnahan kemampuan senjata nuklir AS dan Israel harus segera menyusul pembicaraan dengan masyarakat internasional mengenai program nuklir Iran.”

Harian Israel ini juga menyebutkan bahwa menanggapi laporan PBB mengenai perkembangan rudal balistik Iran, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam kunjungannya ke AS telah mengingatkan Menhan AS Chuck Hagel bahwa Israel selama ini sudah berulangkali menegaskan bahwa Iran “berusaha membentangkan kain wol di depan mata khalayak internasional”. Yakni bahwa Iran berusaha menyembunyikan perbuatan aibnya di depan masyarakat dunia.

Israel sendiri diyakini khalayak luas sebagai satu-satunya pihak yang memiliki senjata nuklir di Timur Tengah. Rezim Zionis ini diperkirakan menyembunyikan sekitar 400 hulu ledak nuklir. Karena itu, Tel Aviv selalu menolak desakan masyarakat dunia supaya bergabung dengan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT). Tel Aviv tidak pernah bersedia mengizinkan tim inspeksi internasional untuk melakukan pemeriksaan terhadap program nuklir kontroversialnya. (mm/presstv/thetimesofisrael)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL