iran balistic missileTeheran, LiputanIslam.com – Menteri Pertahanan Republik Islam Iran Brigjen Hossein Dehqan menegaskan, jangan harap negosiasi nuklir Iran dengan sejumlah negara besar dunia dapat  menyentuh soal kemampuan pertahanan Iran, termasuk bidang rudal balistik.

“Kemampuan rudal kami adalah urusan kami sendiri, kami bertanggungjawab dalam masalah ini dan kami tidak akan menerima interferensi dan campurtangan pihak lain,” tandas Dehgan dalam wawancara dengan FNA, Rabu 916/4/2014).

Dia juga mengomentari kecurigaan sejumlah negara Barat bahwa Iran berusaha melengkapi rudal balistiknya dengan hulu ledak nuklir. “Kami sudah berulangkali menyatakan bahwa kami tidak berusaha meraih senjata nuklir, dan ini sesuai dengan Fatwa Pemimpin Besar yang telah mengharamkan kepemilikan senjata nuklir. Dengan demikian, tidak ada ruang bagi senjata pemusnah massal dalam doktrin pertahanan Republik Islam Iran,” pungkas Dehqan.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Ali Khamenei dalam banyak kesempatan telah menegaskan negaranya tidak berambisi membuat senjata nuklir. Dia bahkan menyebut kepemilikan senjata pemusnah massal ini sebagai dosar besar, baik secara logis maupun dalam tinjauan religius.

Pada 17 April 2010 dia mengeluarkan fatwa yang mengharamkan produksi, penimbunan dan penggunaan bom nuklir. Dalam fatwa itu dia mengingatkan bahwa bom nuklir tidak hanya membunuh musuh, melainkan juga warga yang tak berdosa. “Ini bertentangan dengan akidah Islam dan prinsip-prinsip Republik Islam Iran,” tegas Ayatullah Ali Khamenei. (mm/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL