iran hossein dehghanTeheran, LiputanIslam.com – Menteri Pertahanan dan Logistik Angkatan Bersenjata Iran, Brigjen Hossein Dehghan, menegaskan bahwa kelompok ekstrimis Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan para pendukungnya harus dihukum sebagai penjahat perang.

“Pembunuhan, penjarahan, pemerkosaan, perusakan, pembantaian massal dan pengungsian ribuan penduduk tak berdosa di Irak dan Suriah adalah bentuk jelas kejahatan perang yang telah mengusik keamanan regional akibat kebungkaman dan tidak adanya langkah-langkah serius pihak-pihak yang mengaku peduli HAM dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” ujar Dehghan dalam sebuah pertemuan dengan para tokoh Iran di Teheran, Senin (30/6/2014), sebagaimana dilansir FNA.

Dehghan menilai kejahatan ISIS sebagai konspirasi untuk mengamankan Israel dan melemahkan para pejuang anti Zionis. “ISIS adalah hasil perselingkuhan Amerika Serikat, Rezim Zionis dan rezim-rezim reaksioner di kawasan,” katanya.

Menhan Iran menegaskan, “Tak syak lagi bahwa akibat yang lebih fatal daripada Saddam (diktator Irak terguling) sedang menanti kelompok teroris ini, dan tindakan kemanusiaan pasti juga akan menjerat para pendukung mereka.”

Dehghan menyatakan bahwa partisipasi rakyat Irak secara besar-besaran dalam operasi penumpasan militan ISIS serta seruan para ulama Irak supaya rakyat bangkit membela eksistensi dan integritas Irak merupakan bukti adanya tekad rakyat negara ini untuk melawan konspirasi asing.

“Dengan partisipasi yang determinan ini bangsa Irak akan dapat memulihkan keamanan dan ketentraman negara ini serta membela suara yang telah mereka masukkan ke dalam kotak-kotak pemungutan suara,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa Republik Islam Iran menyokong integritas, kesatuan dan keamanan Irak. Karena itu, lanjutnya, Iran mendukung segala tindakan yang ditempuh dalam rangka ini. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL