isis anbarBaghdad, LiputanIslam.com – Menteri Pertahanan Irak Khaled al-Obeidi memastikan bahwa beberapa hari lagi operasi pertahanan angkatan bersenjata Irak di provinsi Anbar akan berubah total menjadi operasi serangan.

Sebagaimana dilaporkan lembaga pemberitaan Fars, al-Obeidi yang berada di provinsi Anbar sejak Sabtu (14/3/2015) untuk meninjau operasi pembebasan provinsi ini Ahad kemarin (15/3/2015) mengatakan, “Beberapa hari lagi, posisi defensif satuan-satuan pasukan yang ada di provinsi ini akan berubah menjadi posisi ofensif.”

Dalam kunjungannya ke Anbar dia telah mengadakan pertempuan dengan para komandan operasi Anbar, para anggota dewan provinsi Anbar serta para tokoh adat dan masyarakat setempat untuk membahas perkembangan situasi keamanan serta kendala-kendala yang ada dalam proses penumpasan organisasi teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

24 Teroris Tewas

Di hari yang sama, memasuki hari ke-10 operasi tentara Irak di timur al-Karmah, provinsi Anbar, sebanyak 24 teroris ISIS tewas, beberapa mobil mereka hancur, 61 bom berhasil diamankan, dan 18 rumah yang sarat bahan peledak terpaksa dihancurkan.

Al-Sumaria News melaporkan bahwa tentara Irak Ahad kemarin memulai operasi besar-besaran dari front timur laut dan barat daya untuk pembebasan kawasan al-Karmah.

Dewan provinsi Anbar menyatakan bahwa ISIS telah menebar bahan peledak di gedung-gedung perdagangan, permukiman dan bangunan-bangunan milik pemerintah Irak.

Terkepung di Kirkuk

TV al-Mayadeen memberitakan bahwa pasukan Kurdi Irak Peshmerga yang dibantu relawan dan pasukan adat telah memblokir semua jalan yang terhubung ke Kirkuk sehingga para anggota ISIS yang berada di dalam kota ini terkepung total.

Disebutkan pula bahwa penduduk Kirkuk sepenuhnya kooperatif dengan pasukan keamanan Irak.

Di pihak lain, ISIS telah meledakkan sebuah jembatan di kawasan permukiman Dakuk di bagian selatan Kirkuk setelah pasukan Peshmerga terus bergerak maju ke kawasan tersebut dan berhasil merebut 12 desa di wilayah al-Rashad dari cengkraman ISIS. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*