isis anbarBaghdad, LiputanIslam.com – Menteri Pertahanan Irak Khaled al-Obeidi mengaku optimis bahwa provinsi Anbar tak lama lagi akan terlepas dan bebas dari pendudukan gerombolan teroris ISIS.

Kemhan Irak dalam statemennya menyatakan bahwa pada Selasa malam lalu (3/11) telah diselenggarakan konferensi yang melibatkan semua pihak terkait guna mendiskusikan operasi yang sedang berlangsung untuk pembebasan Anbar.
“Ada kemajuan dalam pertempuran untuk pembebasan Anbar, dan pertempuran dalam waktu dekat ini akan tuntas setelah Ramadi terkepung total,” kata al-Obeidi, sebagaimana dilansir Rai al-Youm, Rabu (4/11).

Dia menambahkan, “Operasi militer masih berlanjut tanpa henti di semua poros sampai tercapai kemenangan telak atas gerombolan penjahat ISIS dan pembebasan penuh semua wilayah Irak.”

Sementara itu, al-Sumaria News melansir pernyataan juru bicara Dewan Provinsi Anbar Eid Amasy bahwa ISIS menyandera penduduk Ramadi, ibu kota Anbar, dan tidak memperkenankan mereka keluar dari kota ini.

“Gerombolan teroris ISIS sudah sangat lemah dan berada di ambang kebinasaan akibat terkepungnya kota ini secara total oleh pasukan Irak,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Provinsi Anbar Sabah Karhut mengimbau penduduk Ramadi supaya meninggalkan kota ini dan bergerak menuju pasukan Irak yang berada di sekeliling kota, karena pasukan Irak akan segera menyerbu gerombolan ISIS yang bercokol di dalam kota.

Laporan lain dari IRNA menyebutkan bahwa pasukan intelijen dan kontra terorisme Irak berhasil meringkus jaringan pengedar narkoba yang terafiliasi dengan ISIS dalam sebuah operasi yang menghasilkan penyitaan sebanyak 12 juta pil ekstasi.

Pihak pengadilan Irak memastikan bahwa jaringan bisnis narkoba itu merupakan salah satu sumber pendanaan ISIS. Mereka dapat dicokok di kawasan Ain Namr, provinsi Karbala. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL