Doha, LiputanIslam.com – Saluran Aljazeera bahasa Inggris telah mengejutkan pemirsanya dengan laporan berimbang yang juga mengangkat narasi pemerintah Suriah mengenai isu bom kimia di kota Douma, provinsi Damaskus, Suriah. Para pemirsanya, baik yang pro maupun yang kontra, terheran karena selama ini Aljazeera tergolong media yang paling provokatif dan getol menyudutkan pemerintah dan tentara Suriah.

Dalam acara “The Listening Post” yang ditayangkan setiap hari hari Minggu Aljazeera telah menyajikan serangkaian liputan media Barat terkait isu bom kimia Douma serta reaksi serangan rudal Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis atas isu ini. Namun, dalam tayangan terbaru Aljazeera menampilkan narasi yang meragukan adanya serangan bom kimia dan menguatkan narasi Rusia dan Suriah mengenai apa yang terjadi di Douma.

Aljazeera menyebutkan bahwa para wartawan yang mengutip keterangan-keterangan mengenai adanya serangan kimia tidak didukung dengan kecermatan yang memadai sebelum menuding pemerintah Suriah sebagai pelakunya.

Saluran yang berbasis di Doha, Qatar, ini antara lain menampilkan narasumber Tara McCormack, dosen hubungan internasional Universitas Leicester, Inggris.

Tara McCormack mengatakan, “Pertanyaan mendasar di sini pertama dan terakhir ialah menunggu bukti-bukti yang tidak ada dalam polemik media.”

Dia menambahkan, “Apa yang kita lihat adalah gambar-gambar yang diambil dari ponsel orang biasa dan sama sekali tanpa pendalaman yang kritis.”

Dia menekankan bahwa gambar-gambar itu harus diperiksa keotentikannya, dan dalam hal ini terlihat betapa media Barat telah gagal. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*