Damaskus, LiputanIslam.com –  Bandara Internasional Damaskus mendapat serangan rudal dari Israel pada Sabtu malam lalu (15/9/2018), sementara beberapa pejabat Israel menyatakan bahwa negara ilegal Zionis ini telah menggempur Suriah dengan serangan udara dan mortir sebanyak lebih dari 200 kali dalam 18 terakhir.

Pengakuan resmi Israel atas serangannya terhadap Suriah ini tergolong langka karena selama ini Tel Aviv selalu menyangkal ataupun bungkam terkait serangan ke Suriah. Karena itu, pengakuan ini diduga kuat sebagai upaya Israel membangkitkan lagi mental kawanan teroris yang tersisa di Idlib, Suriah, agar mereka lebih solid melawan Pasukan Arab Suriah (SAA).

Israel sedang mengenyam pahitnya realitas betapa SAA telah menjangkau perbatasan Suriah dengan Israel setelah tujuh tahun terdera gelombang pemberontakan dan terorisme yang bertujuan menggulingkan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad. Realitas ini membuat Israel kian dihantui oleh momok pergerakan Poros Resistensi yang dikelola oleh Iran.

Karena sudah menjangkau perbatasan tersebut SAA pada dasarnya dapat dengan mudah membalas agresi Israel. Hanya saja, SAA dewasa ini terfokus pada proses pembebasan provinsi Idlib dari pendudukan kelompok-kelompok bersenjata, sehingga untuk sementara ini tidak akan membuka front baru.

Di sisi lain, serangan Israel tersebut tak lepas dari desakan AS dan beberapa negara Arab terhadap Iran agar  keluar dari Suriah. Dengan serangan itu Israel bermaksud menyampaikan pesan negara-negara tersebut kepada Iran.

Serangan rudal Israel itu sendiri telah direaksi Suriah dengan mengaktifkan sistem pertahanan udaranya. Sumber militer Suriah memastikan bahwa sistem itu berhasil merontokkan beberapa rudal Israel yang ditujukan ke Bandara Internasional Damaskus, sebagaimana terlihat dalam video yang merekam ledakan-ledakan di angkasa Damaskus.

Media Israel mengklaim serangan rudal Israel itu telah menghancurkan satu pesawat Boieng milik Iran beberapa jam setelah pesawat ini mendarat di bandara tersebut. (mm/alalam/sana)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*