F-16 israel2GazaCity, LiputanIslam.com – Rezim Zionis Israel dilaporkan telah melancarkan serangan udara ke beberapa kawasan Jalur Gaza pada dini hari Rabu (27/5) dengan dalih membalas serangan roket yang masuk dari arah Jalur Gaza ke wilayah Israel.

Peristiwa serangan yang dilaporkan kantor berita Palestina, Safa, ini merupakan yang kesekian kalinya sejak terjalin perjanjian gencatan senjata antara pejuang Palestina dan Israel pada Agustus 2014. Menurut kantor berita yang dekat dengan kalangan pejuang muqawamah Palestina ini, serangan udara Israel itu tidak sampai menjatuhkan korban jiwa maupun luka.

Dalam peristiwa itu pasukan udara Israel menyerang tiga kota, yaitu Rafah, Khan Younis dan Beit Lahia.

Di Rafah, jet tempur Israel meluncurkan satu roket ke sebuah area pertanian dekat bandara internasional Gaza dan satu roket lagi terhadap sebuah pangkalan milik Brigade al-Quds, sayap bersenjata faksi Jihad Islam Palestina.

Di Khan Younis dan Beit Lahia, beberapa jet tempur Israel membom sebuah pangkalan militer yang juga milik Brigade al-Qdus dengan empat rudal. Meskipun tidak menjatuhkan korban jiwa maupun luka, serangan ini telah menimbulkan banyak kerusakan parah.

Media Israel menyebutkan bahwa serangan itu dipicu oleh masuknya roket dari Jalur Gaza ke wilayah Israel. Selasa lalu (26/5) media Israel juga melaporkan bahwa lima roket dari arah Jalur Gaza meluncur ke arah kota-kota di bagian selatan Israel yang dekat dengan Jalur Gaza, namun tak ada satupun kelompok Palestina yang menyatakan bertanggunjawab atas penembakan roket tersebut.

Menteri Perang Israel, Moshe Ya’alon, menyatakan Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, harus bertanggungjawab atas segala insiden yang terjadi di Jalur Gaza.

“Kami tidak akan pernah menolerir ancaman. Gaza akan membayar dengan sangat mahal jika keamanan Israel kacau. Siapapun yang mencoba mengusik kami pasti akan menyesal,” katanya.

Mantan menteri luar negeri Israel Avigdor Lieberman memanfaatkan kondisi ini untuk menyudutkan kabinet Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

“Kabinet yang dalam sikap resminya enggan mengumumkan tekad untuk membasmi Hamas di Gaza adalah kabinet yang menebar kelemahan,” tegasnya.

Dia menambahkan, “Jika kabinet tidak dapat menemukan dirinya maka demi keamanan warga dan kekuatan Israel mereka sebaiknya mengakhiri aktivitas di masa awal tugas ini.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL