Moskow, LiputanIslam.com –   Kremlin menyebut situasi terkait Iran sangat tegang dan rawan, sehingga menyerukan kepada semua pihak agar menahan diri, sementara kementerian luar negeri Rusia memperingatkan Amerika Serikat (AS) ihwal kemungkinan akan adanya tindakan-tindakan yang tak diperhitung secara matang terhadap Iran.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Jumat (21/6/2019), memastikan bahwa Moskow sangat prihatin terhadap situasi di Teluk Persia sehingga terus memantau perkembangan situasi di sana dan meminta semua negara terkait agar menahan diri.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan situasi di sekitar Iran berada di ambang perang, dan memperingatkan ihwal tindakan Washington sengaja melanjutkan upaya meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut.

Baca: Melalui Swiss, Iran Nyatakan Kepada AS Tak Ingin Kobarkan Perang  

Mengomentari laporan bahwa Presiden AS Donald Trump akan menyerang Iran terkait dengan penembakan pesawat nirawak AS oleh Iran, Ryabkov mengatakan, “Saya tidak akan mencoba menebak apa yang sebenarnya terjadi dalam beberapa jam terakhir, tapi informasi yang diterima jelas menunjukkan bahwa situasinya sangat serius. Dan saya dapat menyebutnya berayun di ambang perang.”

Ryabkov menilai AS sengaja menempuh kebijakan provokatif dengan tujuan meningkatkan ketegangan di wilayah Teluk Persia dan mendorong situasi di sana ke tepi jurang.

Dia mengatakan bahwa alih-alih mendengarkan seruan Moskow untuk solusi diplomatik bagi krisis, Pentagon malah mengulang-ulang klaim bahwa Rusia bermaksud mengembangkan pengaruhnya, sementara pengalaman beberapa dekade terakhir menunjukkan bahwa AS-lah pihak yang paling layak dianggap demikian.

Baca: Trump Mengaku Urungkan Serangan ke Iran Beberapa Menit Sebelum Waktunya

“Sebagian besar kobaran api di Timur Tengah disulut oleh AS, dan kami kembali mengimbau kepada para  politisi yang bertanggungjawab – jika sekarang masih ada orang yang demikian di antara mereka di Washington- untuk mengeveluasi konsekuensi tindakan mereka, dan kami memperingatkan mereka untuk tidak menempuh tindakan-tindakan tanpa perhitungan,” seru Ryabkov.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyebut Teheran telah melakukan “kesalahan serius” ketika menembak jatuh pesawat mata-mata AS . Trump juga memberi sinyalemen bahwa AS dalam waktu dekat akan membalas tindakan Iran tersebut.  (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*