niwarak US MQ-1 PredatorTeheran, LiputanIslam.com –   Pangkalan Pertahanan Udara Iran dilaporkan telah memberikan peringatan keras terhadap pesawat terbang nirawak (drone) anti-radar milik Amerika Serikat (AS) yang terdeteksi berusaha memasuki zona udara Iran.

Kantor berita Tasnim, Senin (29/6/2016), menyebutkan bahwa nirawak pengintai itu berusaha menerobos perbatasan timur Iran dari wilayah Afhanistan, tapi kemudian terdeteksi  sebelum kemudian berhasil dipaksa meninggalkan area “segera dan tepat” setelah mendapat peringatan dari Pangkalan Pertahanan Udara Iran.

Nirawak itu dilaporkan terbang dari sebuah pangkalan udara di provinsi Kandahar di bagian selatan Afghanistan, dan kemudian mendekati perbatasan Iran sejarak 20 mil.  Sistem monitoring dan misil pertahanan udara Iran segera mengirim peringatan setelah nirawak itu terlacak.

Pada Desember 2012, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) berhasil menangkap nirawak Scan Eagle milik AS di perairan Teluk Persia yang memasuki wilayah udara Iran.

Hebatnya lahi, di bulan yang sama pada tahun sebelumnya, Iran juga berhasil membajak dan mendaratkan nirawak siluman RQ-170  Sentinel dengan tingkat kerusakan yang minimal setelah terbang ke wilayah Iran hingga memasuki angkasa kota Kashmir dekat perbatasan Afghanistan. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL