Baghdad, LiputanIslam.com – Sayyid Moqtada Sadr, pemimpin kelompok Sadr yang memimpin perolehan suara dalam penghitungan sementara hasil pemilu parlemen Irak, mengaku akan mengerahkan segenap upayanya untuk membentuk negara teknokrat yang jauh dari sentimen partisan.

“Kami  aliansi Sairun akan berkoalisi dengan kelompok Hikmat pimpinan Sayyid Ammar al-Hakim dan kelompok Al-Wathaniyyah pimpinan Iyad Alawi agar aspirasi rakyat terwujud,” tulisnya di halaman Twitter-Nya, seperti dilansir al-Sumaria News, Senin (14/5/2018).

Dia melanjutkan, “Kami akan membangun generasi baru agar terjadi perubahan menuju reformasi. Semua keputusan harus diambil orang Irak sendiri. Maka kami kibarkan bendera kemenangan, dan gerakan demokratisasi kita haruslah untuk membangun pemerintahan teknokrat yang jauh dari sentimen partisan partai.”

Perdana Menteri Irak Haider Abadi dalam pidatonya di hari yang sama menyerukan kepada seluruh rakyat dan kelompok politik negara ini agar menerima hasil pemilu parlemen.

Hingga Senin kemarin sebanyak 91 persen hasil suara pemilu Irak sudah dihitung, dan hanya suara di 2 di antara 18 provinsi yang belum dihitung atau diumumkan hasilnya. Dua provinsi yang tersisa itu adalah Dahuk dan Kurkuk.  Aliansi Sairun yang dipimpin kelompok Sadr memimpin perolehan suara sementara, dan disusul oleh aliansi al-Fath pimpinan Hadi Al-Amiri. (mm/farsnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL