syria-armyDamaskus, LiputanIslam.com –Tentara Suriah menyatakan bertekad untuk “menyapu bersih” militan dukungan asing yang mengangkat senjata di negara ini melawan pemerintah. Pernyataan ini dikemukakan tentara Suriah dalam sebuah statemen yang dirilis Senin (14/4), menyusul kemenangan besarnya dalam pertempuran terbaru di kawasan strategis al-Qalamoun.

“Dalam rangka menegaskan kembali bahwa kemenangan tentara Suriah yang terjadi secara beruntun adalah dalam konteks keputusan tegas untuk menyapu bersih proyek kaum takfiri Wahhabi, Komando Umum Angkatan Bersenjata memperbaharui ketetapan dan tekadnya untuk memenuhi harapan rakyat kami dan berkorban demi membela kehormatan tanah air,” tegas tentara Suriah dalam statmen tersebut.

Statemen itu juga menyatakan bahwa kemenangan yang dicapai tentara Suriah bekalangan ini di kota-kota Ma’loula, al-Sarkha dan al-Jibbeh di kawasan al-Qalamoun serta keberhasilannya memulihkan keamanan dan stabilitas di sana merupakan tahap krusial dalam upaya membendung terorisme di Suriah.  Ma’loula merupakan kota yang menjadi simbol sejarah keberadaan umat Kristiani di Suriah, dan sempat jatuh ke tangan militan takfiri sejak akhir Desember tahun lalu.

Senin kemarin tentara Suriah juga berhasil merebut kota al-Sarkha dan membunuh gerilyawan dalam jumlah besar dalam operasi di kawasan pegunungan di sekitar kota. Selain itu, tentara Suriah juga berhasil mengendalikan kawasan perbukitan yang menghadap ke dataran Rankous sehingga praktis memutus rute suplai militan antara kawasan tersebut dan wilayah perbatasan Lebanon.

Sehari sebelumnya, Presiden Suriah Bashar al-Assad menegaskan bahwa perkembangan perang  sudah bergeser pada posisi yang sangat menguntungkan tentara Suriah yang terus berjuang memberantas kawanan teroris.

Tiga Wartawan al-Manar Tewas

Dalam pertempuran di Ma’loula, tiga wartawan televisi al-Manar tewas terkena serangan militan tak lama setelah tentara Suriah berhasil merebut kota ini.  TV yang berbasis di Lebanon itu menyebutkan bahwa tiga wartawannya itu adalah koresponden Hamza al-Hajj Hassan, teknisi Halim Allaw dan juru kamera Mohammed Mantash.  Menurut jaringan berita al-Alam, kru PressTV juga sempat mendapat serangan tembakan saat meliput pertempuran di wilayah al-Qalamoun.

Menteri Penerangan Suriah Omran al-Zoubi atas nama Dewan Media Nasional, Persatuan Wartawan, dan insan pers Suriah menyatakan belangsungkawa via telefon kepada TV al-Manar dan kepada keluarga para korban. “Darah tiga wartawan dan rekan Suriah mereka akan tetap menjadi obor yang menerangi realitas ke seluruh dunia,” ungkap al-Zoubi. (mm/presstv/alalam/almanar)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*