Teheran, LiputanIslam.com –  Satu unit pesawat militer milik Arab Saudi dilaporkan masuk ke wilayah Iran dalam penerbangan menuju Kizgizystan, sehingga kemudian segera diusir. Demikian dikatakan oleh Karimi Ghodosi, anggota Komisi Keamanan dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, Majelis Syura Islam, kepada lembaga pemberitaan ISNA, sebagaimana dikutip Ray al-Youm, Selasa (30/5/2017).

“Kamis lalu satu unit pesawat terbang dari Bandara Dammam, Arab Saudi, menuju Kirgizystan, membawa para petinggi militer Saudi untuk mengadakan pertemuan dengan para petinggi Amerika Serikat (AS) mengenai ISIS… Menara pengawas lalu lintas udara di Bandara Yazd (Iran tengah) mendeteksi pesawat Saudi, dan setelah menanyakan ke Bandara Teheran ihwal perizinan pesawat itu melintas di wilayah Iran diketahuilah bahwa pesawat Saudi dilarang terbang di wilayah udara Iran,” katanya.

Dia melanjutkan, “Karena itu satu jet tempur Iran meluncur mendekati pesawat Saudi, dan kemduian sesuai keputusan Kemlu Iran, memaksa pesawat itu meninggalkan zona udara Iran dan kembali ke Bandara Dammam.”

Ghodosi juga mengatakan, “Sistem anti serangan udara Iran meminta pesawat Saudi itu mendarat di wilayah Iran, tapi menolak dengan alasan bahwa kondisi kelebihan bahan bakar tidak memungkinkannya untuk melakukan pendaratan.”

Ghodosi yang dikenal sebagai tokoh konservatif ini lantas mengritik pemerintahan Presiden Hassan Rouhani karena  telah membiarkan pesawat Saudi itu kembali ke Dammam. Menurutnya, pesawat itu seharusnya dipaksa mendarat di wilayah Iran. Dia meminta Kemhan dan Kemlu Iran menjelaskan masalah ini. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL