Damaskus, LiputanIslam.com –  Wakil Menlu Suriah Faisal Mekdad membongkar peranan Arab Saudi, Qatar, dan Turki dalam perang terhadap Suriah, dan memastikan bahwa Arab Saudi berusaha memadamkan kobaran api intifada rakyat Palestina

Dalam wawancara dengan al-Ahed yang dipublikasi pada Kamis lalu (3/8/2017) Mekdad ditanya mengenai adanya desakan supaya sekutu Suriah, termasuk Hizbullah, agar keluar dari kawasan Suriah selatan. Dia menjawab, “Saya dapat memastikan bahwa upaya ini tidak akan berhasil. Tentara Suriah,  pasukan muqawamah (resistensi), dan semua orang yang mendukung tentara Suriah tidak akan menerima syarat apapun dalam perang melawan terorisme, dukungan kepada keamanan dan stabilitas Suriah tidak akan hilang, karena kubu muqawamah dan kelompok-kelompok pendukung Suriah, baik Rusia maupun Iran, berbuat dalam kerangka kedaulatan Suriah dan keputusan pemerintah Suriah.”

Dia menyebut pasukan Barat pimpinan AS di Suriah ilegal dan telah berbuat banyak kejahatan, sementara Israel adalah pihak yang paling diuntungkan oleh pertumpahan darah di Suriah.

“Pasukan koalisi serta kebersamaan Israel dengan rezim-rezim boneka di kawasan, termasuk Saudi dan Qatar, telah menyebabkan kehancuran prasarana Suriah, dan bantuan keuangan mereka kepada para teroris merupakan perbuatan biadab di mana para pelakunya akan diminta pertanggungjawabannya oleh generasi sekarang maupun generasi yang akan datang,” katanya.

Menurutnya, negara-negara Arab Teluk bahkan telah memberikan bantuan dana kepada Israel.

“Tidak mengherankan apabila Amerika Serikat, Perancis, dan Inggris menyokong Netanyahu (Perdana Menteri Israel). Yang mengherankan ialah Arab Saudipun juga memberikan bantuan dana kepada Netanyahu dan menguatkan posisinya di depan warga Palestina tapi kemudian malah mengaku membela kepentingan umat Arab. Kebohongan ini tidak akan selamanya tertutupi, karena bangsa-bangsa Arab sudah mengetahui hakikat rezim-rezim (Arab Teluk) ini,” katanya.

Mengenai kabar bahwa Saudi telah menekan Netanyahu supaya membongkar CCTV dan alat pemindai logam di Masjid al-Aqsa, Faisal Mekdad mengatakan, “Secara politik memang tidak kecil kemungkinan adanya tekanan ini karena intifada rakyat Palestina merugikan rezim-rezim (Arab Teluk) ini sehingga merekapun bermaksud menghalangi intifada. Tujuan utamanya ialah meredakan kobaran api kebangkitan rakyat Palestina, dan publik di Saudi cepat atau lambat akan mengakui kebohongan, manipulasi, dan kerjasama rezim Saudi dengan Israel.” (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL