Damaskus, LiputanIslam.com –  Wakil Menlu Suriah Faisal Mekdad memastikan kesiapan penuh sistem pertahanan udara negaranya meladeni agresi negara manapun.

“Pertahanan udara Suriah siap menggagalkan serangan terhadap wilayah Suriah, baik oleh jet tempur Israel, Amerika, maupun Turki, atau kekuatan yang berusaha mengusik martabat  dan hak rakyat Suriah,” tegas Mekdad dalam wawancara eksklusif dengan TV Al-Manar yang berbasis di Lebanon, Rabu (14/2/2018).

“Kami selalu menyatakan bahwa kami berurusan dengan serangan Israel sesuai dengan agenda kami sendiri, bukan yang lain,” imbuhnya.

Mengenai persekutuan negaranya dengan Rusia, Iran dan Hizbullah, Mekdad mengatakan, “Kami adalah orang-orang yang memutuskan kapan dan di mana harus meladeni agresi. Pertahanan udara Suriah telah menghantam lebih dari satu pesawat Zionis di angkasa wilayah pendudukan Dataran Tinggi Golan dan wilayah Palestina, “ungkapnya.

Dia mengingatkanIsrael agar melihat kenyataan bahwa Damaskus bertekad untuk menjadi pemenang dan meraih banyak prestasi dalam perang melawan terorisme dan ekspansionisme Israel.

Televisi pemerintah Suriah Sabtu lalu mengutip pernyataan seorang pejabat militer anonium Suriah bahwa sistem pertahanan udara negara ini telah merontokkan sedikitnya satu pesawat tempur F-16 Israel yang melancarkan operasi serangan ke Suriah.

Terkait dengan tertembak jatuhnya jet tempur Israel ini ketua parlemen Libanon Nabih Berri menegaskan bahwa sekarang  aksi “teror” Israel akan mendapat reaksi telak.

“Apa yang terjadi itu lebih besar dari pertempuran dan lebih kecil dari perang. Ini akan menciptakan keseimbangan dan aturan main baru di kawasan, “ungkap Berri, seperti dilansir koran Lebanon Al-Joumhouria.

Dia menambahkan, “Peristiwa ini merupakan yang pertama kalinya dalam berapa dekade terakhir. Namun, tidak ada eskalasi yang diharapkan. Segala sesuatu hendaknya berakhir disini dan tidak  berkembang menjadi perang total.” (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*