turki-dan-terorismeAtena, LiputanIslam.com –   TV Swasta Yunani, Skai TV, menyebut tragedi teror yang melanda Turki secara bertubui-tubi sebagai harga yang harus dibayar oleh negara ini.

Skai TV menyebutkan bahwa perkembangan situasi politik dan perang secara drastis di Suriah belakangan ini membuat Turki mengubah kebijakannya.

“Situasi lapangan di Suriah yang diwarnai eksistensi Rusia, tentara Suriah dan para sekutunya telah membuat pasukan teroris ISIS dan kelompok-kelompok lain mengalami kekalahan susul menyusul. Melihat proses ini, Turki mengubah kebijakan, memulai kerjasama dengan Rusia, dan terpaksa menarik dukungannya kepada kelompok-kelompok teroris.”

TV ini menjelaskan berbagai bentuk dukungan Turki kepada kelompok-kelompok teroris, terutama menjadikan wilayah Turki sebagai pintu masuk bagi mengalirnya teroris ke Suriah dan kesediaan merawat para teroris yang terluka.

“Sekarang para teroris melihat perubahan kebijakan Turki sehingga balik ingin menyerang Turki, dan pada hakikatnya Turki membayar mahal kebijakan-kebijakannya yang salah selama ini.”

Sementara Radio Art milik pemerintah Yunani menyebutkan bahwa situasi di Suriah berbalik menguntungkan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad dan bahkan ambisi kelompok-kelompok militan dan teroris di Suriah dan Irak sudah nyaris tamat sehingga tak ada pilihan bagi mereka kecuali menyerah atau melarikan diri.

“Mengingat kecenderungan Turki untuk bekerjasama dengan Rusia, dapat diharapkan bahwa sepak terjang ISIS dan kelompok-kelompok teroris di Irak akan segera berakakhir, sebab Turki semula merupakan koridor pengiriman falitas dan bantuan-bantuan lain kepada kelompok-kelompok ini di Suriah dan Irak. Jika Turki konsisten pada perubahan kebijakannya dan berjalan seiring dengan Rusia maka problema keberadaan kelompok-kelompok teroris di Suriah dan Irak akan segera berakhir,” ungkap Radio Art.

Radio ini menambahkan, “Rusia yang memang memiliki kepentingan besar di Timteng dan sensitif terhadap upaya Barat mengembangkan pengaruhnya di kawasan ini telah bertindak tepat waktu dengan turun tangan menghadang invasi kelompok-kelompok teroris, dan dalam kondisi apapun tidak bersedia mengabaikan kepentinganya dan menghentikan kemitraan dengan sekutu strategisnya (Iran) di kawasan ini.” (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL