obama dan assadMoskow, LiputanIslam.com – Lembaga pemberitaan Rusia Sputnik menyebutkan bahwa persoalan nasib Presiden Suriah Bashar al-Assad yang semula berdetak kencang dalam jantung strategi Amerika Serikat (AS) belakangan ini terus mereda dan tidak lagi masuk dalam skala prioritas kebijakan AS.

Mengutip analisa media RT yang juga milik Rusia, Sputnik, Selasa (2/8/2016), menyebutkan bahwa meskipun Arab Saudi tetap bernafsu untuk merobohkan al-Assad, tapi Washington sudah tak berselera lagi menyesuaikan diri dengan obsesi Riyadh tersebut.

Sebaliknya, lanjut Sputnik, AS kini lebih fokus kepada isu penumpasan ISIS sejak kelompok teroris berfaham Salafi/Wahabi ini mengembangkan ancamannya dari Timteng dan Afrika utara ke negara-negara Barat.

“Eropa dan badan-badan keamanannya tidak memiliki pengalaman yang memadai untuk mematahkan gelombang serangan teroris. Selain itu, para pakar sepakat bahwa kelompok-kelompok teroris semakin aktif, dan berhasil mengembangkan pengaruh di tengah masyarakat Eropa melalui media sosial,” tulis Sputnik sembari menyebutkan indikasi berupa serangan teror di Nice, Prancis, dan Bavaria, Jerman, belum lama ini.

Menurut Sputnik, perubahan kebijakan politik luar negeri Turki juga turut memicu terjadinya perubahan sikap AS dalam isu Suriah. Ankara semula getol menyokong kelompok-kelompok radikal di Suriah, tapi setelah terjadi upaya kudeta gagal di Turki, Ankara sepertinya telah mengambil keputusan untuk menghentikan bantuannya kepada kelompok-kelompok itu dan menutup perbatasannya dengan Suriah. Para petinggi Turki setidaknya sudah mengaku ingin memperbaiki hubungan dengan negara-negara jirannya yang dilanda perang.

Sementara itu, Ray al-Youm yang berbasis di London menyebutkan bahwa Menlu Arab Saudi Adel al-Jubeir adalah satu-satunya peserta Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Liga Arab ke-27 di Nouakchott, Mauritania, yang berteriak-teriak anti Bashar al-Assad, tapi tak digubris oleh para peserta lainnya.

Selain itu, kelompok-kelompok oposisi Suriah yang didukung penuh oleh Riyadh juga tak diundang, meski dengan status pengamat, dalam KTT Nouakchott. Parahnya lagi, tak seperti media pemerintah Suriah, media oposisi Suriah justru absen dalam KTT yang berlangsung di bawah tenda tersebut. (Baca: Dagelan KTT Liga Arab Di Bawah Tenda )

Dubes Rusia di kantor PBB di Jenewa, Alexey Borodavkin, pekan lalu mengatakan, “Sepengetahuan kami, Amerika sudah tak berbicara lagi soal penyingkiran al-Assad.”

Dia menjelaskan bahwa AS sedang melakukan penyesuaian sehingga tidak bermaksud segera menggulingkan pemerintahan al-Assad. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL