TGCCelAviv, LiputanIslam.com –  Dewan Kerjasama Teluk (GCC) dan Dewan Menteri Dalam Negeri Liga Arab, Rabu (2/3), membuat keputusan berupa tudingan terhadap Hizbullah yang berbasis di Lebanon sebagai kelompok teroris. Koran Israel Maariv, Kamis (3/2), menilai keputusan itu sebagai “kemenangan dan keberhasilan bagi Israel”.

Media dan para petinggi Israel bersorak sorai atas keputusan dewan Arab tersebut. Menteri Luar Negeri Israel Tzipni Livni mengatakan, “Keputusan ini penting dan tepat, tindakan Hamas dan Hizbullah memanfaatkan demokrasi bukan berarti kekebalan mereka di kancah internasional.”

TV Israel dalam sambutannya atas keputusan anti Hizbullah itu menyebutkan bahwa dunia Arab akan dekat dengan Israel dalam menyikapi Hizbullah.

“Dua keputusan ini memang mendadak, tapi dalam beberapa waktu terakhir ini kita menyaksikan hangatnya hubungan Israel dengan negara-negara Arab, dan delegasi Saudi bahkan datang ke Israel,” ungkap TV Israel.

Kantor berita Rusia Sputnik pernah melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir bersama kepala badan intelijen negara ini, Khalid al-Humaidan, telah berkunjung ke Israel.

TV Israel menambahkan, “Dua keputusan ini diambil sesuai rencana serangan terhadap Hizbullah dibawah komando Saudi yang sangat membenci Hizbullah.”

Sementara itu, koran Lebanon al-Safir melaporkan bahwa keputusan dua dewan Arab anti Hizbullah itu diambil beberapa jam setelah Sekjen Hizbullah Hassan Nasrallah dan ketua partai al-Mustaqbal Lebanon Saad al-Hariri memastikan untuk melanjutkan perundingan bilateral demi menjaga stabilitas dan keamanan Lebanon serta mencegah konflik sektarian.

Dua dewan Arab itu menyebut Hizbullah sebagai teroris padahal kelompok pejuang Islam Lebanon anti Israel ini terlibat dalam struktur pemerintahan dan parlemen Lebanon serta memiliki basis kerakyatan yang sangat kuat.

Al-Safir menilai keputusan itu beraromakan Zionisme dan sama sekali tidak akan mengusik peranan besar Hizbullah dalam perlawanan terhadap Israel dan perang melawan para teroris takfiri.

“Apakah pengorbanan dan prestasi Hizbullah selama ini belum cukup untuk memastikan bahwa rezim-rezim Arab harus angkat topi di depan Hizbullah dan kubu muqawamah Lebanon, dan kitapun tak perlu menyaksikan keputusan-keputusan zalim itu?” tulis al-Safir.

Al-Safir mengingatkan bahwa para pemimpin Arab Teluk Persia dan beberapa negara Arab lain sejak awal memang tak segan-segan beradaptasi dengan retorika Israel dan menempatkan dirinya dalam satu kubu dengan Israel sehingga memilih berkawan dengan Israel daripada dengan Iran. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL