Baghdad, LiputanIslam.com –  Pakar militer Irak Imad Alawi menyatakan media Barat terlampau membesar-besarkan peranan pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) dalam penumpasan teroris di Irak, Rabu (22/2/2017). Bersamaan dengan ini pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi berhasil memblokir jalur suplai kelompok teroris ISIS antara Mosul dan Tal Afar, Irak utara.

Dalam wawancara dengan az-Zaman terbitan London Alawi menjelaskan beberapa titik perbedaan antara perang di Mosul timur dan perang di Mosul timur.

“Dalam perang di bagian barat polisi federal dan pasukan reaksi cepat Irak berada di barisan depan, kebalikan dari perang di bagian timur di mana pasukan kontra-terorisme dan pasukan relawan al-Hashd al-Shaabi terlibat untuk mendukung tentara lapis baja,” katanya.

Dia melanjutkan bahwa perbedaan utama lainnya ialah bahwa semula dipersepsikan bahwa pasukan kontra-terorisme dalam operasi pembebasan bagian barat terjun sebagaimana dalam operasi di bagian timur, tapi ternyata tidak demikian karena yang terjadi ialah pengerahan pasukan kepolisian dan pasukan reaksi cepat dalam serangan ke Mosul barat.

“Perbedaan selanjutnya antara dua perang ini ialah masuknya satuan-satuan pasukan al-Hashd al-Shaabi untuk mendukung Divisi 9 Pasukan Lapis Baja Irak dalam operasi pembebasan Bandara Mosul dan Pangkalan al-Ghazlani,” lanjutnya.

Mengenai pasukan kaolisi internasional, dia memastikan media Barat membesar-besarkan peranan pasukan pimpinan AS ini.

“Pasukan koalisi gencar membombardir markas-markas komando ISIS di Mosul Barat dan meningkatkan penerbangannya untuk mendukung angkatan bersenjata Irak, sedangkan dalam pembebasan bagian timur tidak demikian; serangan udara pasukan koalisi internasional tak sebanyak itu,” terangnya.

Dia menambahkan bahwa ada kontradiksi dalam laporan-laporan mengenai peranan pasukan koalisi. Dia mencontohkan bahwa pasukan koalisi sampai sekarang tidak pernah berhadapan langsung dengan ISIS, tapi media Barat mengesankan seolah mereka berhadapan langsung.

“Pasukan asing itu umumnya hanya sebagai penasehat militer, bukan kombatan,” cetusnya.

Imad Alawi juga mengatakan kepercayaan penduduk Mosul kepada angkatan bersenjata Irak sekarang meningkat dibanding kepercayaan mereka pada masa operasi pembebasan Mosul timur. Mereka sangat mengharap pasukan Irak segera mencapai Mosul barat demi membebaskan penduduk setempat dari kezaliman dan penindasan ISIS.

Sementara itu, di hari yang sama al-Hashd al-Shaabi berhasil memblokir jalur utama Mosul menuju Tal Afar hingga perbatasan Suriah serta menguasai sebuah desa strategis di wilayah ini.

“Jalur internasional Mosul menuju perbatasan Suriah pada rute Mosul-Tal Afar telah jatuh ke tangan pasukan al-Hashd al-Shaabi,” ungkap Ahmad al-Asadi, juru bicara pasukan ini.

Dia menambahkan bahwa dengan demikian jalur perhubungan dan suplai pasukan teroris ISIS antara Mosul dan Tal Afar terputus total, dan dalam kelanjutan operasinya, pasukan al-Hashd al-Shaabi telah memasuki dan menguasai desa strategis Ashaji. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL