Beirut, LiputanIslam.com –  Lebih dari separuh anggota parlemen Yordania dalam sebuah memo yang diserahkan kepada ketua parlemen, Jumat (4/8/2017), mendesak pemerintah supaya mengusir duta besar Israel dari Yordania.

Kantor berita Turki Anadolu menyebutkan bahwa sebanyak 82 dari total 130 anggota parlemen Yordania menandatangani memo desakan tersebut.

Tamir Binu, salah seorang anggota parlemen Yordania, mengatakan, “78 anggota telah meneken memo ini, sementara empat anggota lain telah meneken satu memo lain sehingga total anggota parlemen pendandatangan memo desakan mencapai 82 orang.”

Dia menjelaskan bahwa memo itu diteken dua hari setelah peristiwa pembunuhan warga Yordania oleh petugas keamanan Kedutaan Besar Israel untuk Yordania di Amman beberapa waktu lalu, dan memo itu sudah diserahkan kepada ketua parlemen Yordania.

Puluhan wakil rakyat Yordania itu tidak hanya menuntut pengusiran dubes Israel, melainkan juga mendesak pemerintah agar mengusut kasus pembunuhan itu secara tuntas.

“Jika ini tidak dilakukan maka para wakil rakyat akan mengambil keputusan tegas dan tepat dalam masalah ini,” ungkap Binu.

Menurutnya, memo itu akan diserahkan kepada pemerintah pekan depan, dan para pejabat terkait akan memberikan tanggapan dan pendapatnya.

Mengomentari adanya desakan ini, jubir pemerintah Yordania Mohammad al-Momani mengatakan, “Pemerintah akan mempelajari memo ini secara layak, tepat dan sesuai dengan undang-undang.”

Sebelumnya, sebanyak 56 anggota parlemen negara ini meneken sebuah petisi menuntut penutupan Kedubes Israel untuk Yordania.

Pada tanggal 23 Juli lalu seorang petugas keamanan Kedubes Israel di Amman menembak mati dua warga Yordania dengan dalih bahwa kedua korban itu bermaksud menyerangnya dengan obeng. Petugas itu dan banyak staf Kedubes Israel lainnya kemudian pulang ke Israel meskipun banyak kalangan mendesak supaya penembak itu diusut.

Yordania menjalin hubungan diplomatik secara penuh dengan Israel hingga tingkat duta besar pada tahun 1994, dan dengan demikian kedubes Israel di Amman sejauh ini sudah aktif di ibu kota Yordania ini selama 23 tahun. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL