Tunis, LiputanIslam.com –  Berbagai organisasi masyarakat di Tunisia menentang kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed bin Salman (MbS) ke Tunisia.

Komisi 50 Pengacara Tunisia, Senin (26/11/2018), mengajukan pengaduan untuk mencegah kedatangan MbS ke Tunisia di tengah penolakan keras terhadap rencana kunjungan itu oleh berbagai organisasi masyarakat.

Nizar Bujalal, koordinator komisi tersebut dalam siaran persnya pihaknya telah menuntut adanya penyelidikan terhadap dugaan berbagai tindak kejahatan yang dilakukan oleh MbS.

“Penyelidikan itu mencakup pembunuhan jurnalis (Saudi) Jamal Khashoggi serta penumpahan darah di Yaman, Suriah, dan Irak. Kami memandang rezim Saudi bertanggungjawab atas semua itu,” tegas Bujalal di depan gedung pengadilan di Tunis, ibu kota Tunisia.

Dia menambahkan bahwa pengaduan atas MbS meskipun tidak akan efektif secara hukum namun sangat berarti secara simbolik.

“Pengaduan ini merupakan hasil keyakinan kami bahwa Putra Mahkota Saudi terlibat dalam beberapa kejahatan, termasuk kejahatan yang membuat anak-anak Yaman memakan daun pepohonan,” ujar Bujalal.

Sementara itu, surat kabar Tunisia al-Musawar di hari yang sama melaporkan bahwa Saudi akan memberikan deposito sebesar US$ 2 miliar kepada Bank Central Tunisia serta suplai minyak kepada Tunisia dengan harga diferensial sekira US$ 400 juta per tahun.

Al-Musawar juga menyebutkan bahwa Saudi juga akan memberikan bantuan militer kepada tentara Tunisia antara lain berupa sejumlah jet tempur dan helikopter, dan dalam kunjungan itu MbS akan membahas pengembangan investasi Saudi di Tunisia. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*