jurnalis yordania jihad almuhaisinGazaCity, LiputanIslam.com – Jurnalis Yordania, Jihad al-Muhaisin, kehilangan dua pekerjaannya setelah menuliskan pernyataan di halaman Facebooknya mengenai status barunya sebagai penganut mazhab Syiah. Demikian dikabarkan oleh beberapa media Timur Tengah, termasuk situs berita Arabi21.

Disebutkan bahwa al-Muhaisin dalam statusnya di Facebook juga tak segan-segan mengecam Raja Abdullah II dari Yordania karena menjalin hubungan dengan rezim Zionis Israel. Dia mengaku berani mengecam karena dalam dirinya sudah tertanam semangat juang dan keberanian Imam Husain ra, cucu Nabi Muhammad saw, yang mati syahid di Karbala pada tahun 61 Hijriah.

“Saya memutuskan untuk memilih mazhab Syiah dan saya akan melakukan aktivitas sebagai suatu inti perlawanan terhadap rezim Zionis di selatan Yordania, sebab sistem yang berkuasa di Yordania dan kelompok korup yang berada di sekeliling Raja Abdullah sudah mengabaikan semua rambu. Tak jelas ke arah mana mereka membawa Yordania. Tapi terlepas dari koalisi-koalisi yang ada di belakang pemerintahan ini, saya akan tetap membela hak-hak Yordania dan persoalan Yordania,” tulisnya.

Dia juga menulis, “Kepada para antek yang telah menghina saya, saya menyatakan bahwa berdasarkan penelitian yang saya lakukan, nasab (garis keturunan) saya terhubung dengan Imam Husain, dan untuk memperjelas masalah ini saya akan menghubungi para marji’ besar di Najaf (Irak) dan Qum (Iran).”

“Seperti kakekku, Imam Husain, saya juga ingin mati syahid,” lanjutnya.

Kolumnis yang cukup terkenal di Yordania ini dalam wawancara dengan Arabi21 mengecam pengekangan terhadap kebebasan berpendapat di negaranya.

“Surat kabar al-Ghad mengirim email kepada saya menyatakan sudah tidak membutuhkan saya lagi dan melarang saya menulis. Kontrak kerja saya sebagai penasehat Kementerian Pengembangan Politik juga dibatalkan. Semua ini merupakan reaksi terhadap materi-materi yang saya tulis di Facebook,” tuturnya.

Situs Khaberni menyebutkan bahwa al-Muhaisin adalah penulis bergelar doktor yang juga memimpin lembaga kajian al-Mashriq al-Jadid. Dia juga memiliki beberapa karya tulis, antara lain buku “Mustaqbal al-Dimuqratiyyah fi al-Urdun” (Masa Depan Demokrasi di Yordania). (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL