peta-mosulBaghdad, LiputanIslam.com –  Pasukan operasi gabungan Irak, Selasa (1/11/2016) secara resmi mengumumkan pihaknya sudah memasuki kawasan pertama permukiman Mosul, 400 km utara Baghdad, di bagian tenggara kota yang diduduki kelompok teroris takfiri ISIS sejak dua tahun lalu ini.

Pasukan Irak menjelaskan keberhasilannya “membersihkan kawasan Tawilah dan Shahrzad serta masuk ke kawasan baru al-Mufti.”

Komandan operasi bersandi “Qadimun ya Nainawa” (Kami Datang, Wahai Nainawa), Letjen Abdul Amir Rashid Yarallah mengatakan bahwa pasukan kontra-terorisme Irak menguasai kawasan Gogjali dan stasiun TV Mosul setelah menimpakan banyak kerugian jiwa dan materi pada gerombolan teroris ISIS.

“Pergerakan maju masih berlanjut,” katanya kepada War Media Cell.

Sebelumnya, pasukan Irak berhasil membebaskan komplek channel al-I’lam al-Iraqiya, TV al-Iraqiya, dan channel al-Mosiliah yang terletak di kawasan permukiman al-Karama di wilayah perbatasan administratif kota Mosul.

Komandan Pasukan Kontra-Terorisme Iraq Letjen Talib Shaghati dalam wawancara dengan TV al-Iraqiya mengatakan, “Kami sekarang berada di ujung kawasan pinggiran yang telah kami bebaskan kemarin (Senin), dan di belakang kami sekarang adalah stasiun TV Mosul. Ini berarti bahwa kami secara efektif berada di awal pembebasan kota Mosul, sebab kami hari ini sudah memasuki perbatasan administratif kota Mosul.”

Dia menambahkan, “Ada tekad dan nyali yang besar dari  Pasukan Kontra-Terorisme untuk membebaskan Mosul dan mengalahkan teroris dalam pertempuran yang nyaris tanpa korban pada pasukan kami. Ini merupakan sesuatu yang besar, dan kabar gembira Mosul bebas bagi penduduk akan segera  tiba.”

Dia juga menjelaskan bahwa pasukan Irak sudah terlatih dengan baik dalam pertempuran sembari berusaha menyelamatkan warga sipil, bangunan infrastruktur, sementara ISIS mulai menjadikan penduduk sebagai sandera.

Dilaporkan bahwa pertempuran sengit masih berlanjut yang sebagian di antaranya terjadi dari rumah ke rumah antara pasukan Irak dan kawanan ISIS yang masih tersisa di Mosul.

Saat memasuki  kawasan Gogjali, pasukan Irak juga dikabarkan telah membebaskan tiga perempuan sekte Yazidi dan dua anak kecil yang sudah sekian lama diperbudak oleh kawanan ISIS. Para wanita malang itu lantas dikirim ke kawasan Kurdistan Irak untuk mencari keluarganya.

67 Teroris Tewas

Al-Sumaria News dalam berita segeranya mengutip laporan War Media Cell bahwa sebanyak 67 teroris yang berasal dari berbagai negara tewas terkena gempuran jet tempur F-16 milik Irak terhadap tempat perkumpulan kawanan ISIS di Hotel Oberoi Nineveh.

Dalam peristiwa itu jet tempur Irak juga telah menghancurkan secara total pos pertahanan udara ISIS. Beberapa waktu lalu terbetik kabar bahwa hotel termegah di Mosul itu sudah dihancurkan oleh ISIS.

ISIS Pasang Bom di Jembatan Terbesar

Hasan Tahsin, seorang komandan Pasukan Kontra-Terorisme Irak mengaku mendapat laporan bahwa ISIS telah memasang bom pada jembatan terbesar Mosul di Sungai Tigris.

“Berdasar informasi yang masuk, ISIS telah memasang bom pada jembatan terbesar yang menghubungkan dua sisi  kota Mosul untuk diledakkan apabila mereka kalah dalam perang kota,” katanya.

Dia juga mengatakan, “Setelah kami memasuki kawasan Gogjali, warga yang berhasil dibebaskan dari cengkraman ISIS mengatakan kepada kami bahwa ISIS telah memasang bom di semua tempat.”

Operasi pembebasan Mosul dimulai pada 17 Oktober lalu sesuai instruksi Perdana Menteri Irak Haider Abadi. (raialyoum/irna/alsumarianews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL