palestina-zionis-alaqsaBaitulMaqdis, LiputanIslam.com – Sebanyak hampir 70 massa Yahudi Zionis Israel Senin (22/12) menandai perayaan hari besar Yahudi Hannukah atau Festival Cahaya dengan cara menyerbu halaman Masjid al-Aqsa.

Pihak penjaga masjid yang sangat diagungkan oleh seluruh umat Islam ini mengatakan bahwa massa pemukim Zionis itu datang dalam bentuk kelompok-kelompok pada pagi hari, lalu berkeliling di sekitar masjid.

Bersamaan dengan ini, puluhan penjaga Masjid al-Aqsa menggelar protes di depan Gerbang al-Mugharibah dan mengecam aksi puluhan pemukim Zionis tersebut. Mereka mendatangi gerbang yang dijaga otoritas Israel itu karena dari gerbang itu massa Zionis masuk ke halaman Masjid al-Aqsa.

Gerbang al-Mugharibah dikuasai otoritas Israel sejak kota Baitul Maqdis diduduki oleh pasukan Zionis.

Dua kelompok ekstrimis Yahudi yang menamakan dirinya “Pemegang Amanat Kuil” dan “Mahasiswa Demi Kuil” sebelumnya telah menebar seruan penyerbuan ke Masjid al-Aqsa.

Untuk diketahui, sesuai kesepakatan tahun 1967 setelah kaum Zionis menduduki Baitul Maqdis, hanya warga Muslim saja yang diperbolehkan masuk ke area Masjid al-Aqsa, sedangkan umat Yahudi hanya dapat beribadah di area “Dinding Barat” atau yang lebih terkenal dengan sebutan “Dinding Ratapan” yang letaknya bersebelahan dengan Masjid al-Aqsa.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir ini para ekstrimis Yahudi yang sejak dulu menginginkan penghancuran Masjid al-Aqsa untuk diganti dengan kuil Yahudi telah berulang kali melanggar ketentuan tersebut serta dibiarkan dan bahkan didukung oleh pasukan Israel.

Belakangan juga muncul gagasan di parlemen Israel, Knesset, untuk membagi jam kunjung ke Masjid al-Aqsa, sebagian untuk umat Muslim dan sebagian lain untuk umat Yahudi.

Aksi para ekstrimis itu membangkitkan konflik dan ketegangan di Baitul Maqdis hingga menjatuhkan beberapa korban tewas dari kedua pihak. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL