peledakan masjid di saudiDammam, LiputanIslam.com –  Satu lagi masjid milik warga Muslim Syiah di bagian timur Arab Saudi menjadi sasaran serangan teroris. Sebuah bom mobil meledak di depan pintu Masjid Imam Husain di kota Dammam mengakibatkan empat orang terbunuh, Jumat (29/5).

Kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengaku bertanggungjawab atas serangan bom bunuh diri tersebut. ISIS menyebutkan bahwa pelaku serangan adalah “prajurit khalifah” yang memakai julukan Abu Jandal al-Jazrawi.

Serangan ini merupakan yang kedua kalinya terhadap warga Muslim Syiah Saudi dalam beberapa hari terakhir. Serangan sebelumnya terjadi Jumat pekan lalu (22/5) di Masjid Imam Ali di al-Qadif dekat Qatif mengakibatkan 22 orang terbunuh dan 120 lainnya luka-luka. Serangan pertama itu menjadi insiden serangan teror terparah di Saudi dalam satu dekade terakhir.

Mengenai serangan kedua, kantor berita Saudi, SPA, menyebutkan bahwa beberapa petugas keamanan mendekati mobil pelaku yang diparkir depan masjid, dan saat itulah pengemudinya kemudian meledakkan bom. Satu diantara empat orang yang tewas adalah pelaku serangan.

Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Saudi Jenderal Mansour al-Turki mengatakan pelaku serangan adalah teroris yang menyamar dengan cara mengenakan busana perempuan.

Keterangan para saksi mata yang dikutip Alalam menyebutkan bahwa teroris menyamar itu mengenakan bom sabuk. Petugas keamanan swadaya masyarakat mencurigai dan menghalanginya masuk ke dalam masjid di bagian jamaah perempuan umat muslim Syiah  yang sedang menyimak khutbah shalat Jumat.

Aktivis medsos tersohor Saudi yang menggunakan akun Twitter “Mujtahidd” menyatakan bahwa satuan petugas keamanan yang mencegah masuknya teroris ke dalam masjid di kota Dammam itu adalah apa yang disebut “komite rakyat” dan bukan petugas keamanan pemerintah.

Aktivis yang diduga sebagai salah satu pangeran Saudi dan memiliki jutaan follower ini menegaskan bahwa Menteri Dalam Negeri Saudi Mohammad bin Nayef tak mampu memberikan perlindungan keamanan di dalam negeri, sedangkan Menteri Pertahanan Mohammad bin Salman juga tak mampu mengamankan wilayah perbatasan negaranya dari serangan pasukan al-Houthi Yaman.

“Beginilah jadinya ketika negara dikuasai oleh raja yang menderita penyakit alzheimer,” kicaunya.

Pemimpin Jam’iyyah Ulama (Ahlussunnah) Pakistan Sahibzada Abul Khair Muhammad Zubair mengutuk serangan tersebut.

“Aksi teror ini jelas merupakan bagian dari konspirasi internasional untuk menciptakan perpecahan antarumat Islam dan melemahkan dunia Islam,” katanya dalam wawancara dengan IRNA beberapa jam setelah kejadian serangan.

Dia menambahkan, “Tak syak pula bahwa kaum Zionis dan Amerika berada di balik serangan seperti ini dengan tujuan menebar bibit perpecahan antarumat Islam. Musuh-musuh Islam melakukan kejahatan ini dengan maksud mengobarkan pertikaian antara Sunni dan Syiah.”

Lebih lanjut dia mengimbau pemerintah Saudi supaya menunaikan tanggungjawabnya melindungi semua warganya, terlepas dari status mayoritas dan minoritas. Dia juga mengatakan bahwa adanya serangan-serangan teror sedemikian rupa tidaklah lepas dari dukungan dana dan senjata rezim Saudi kepada kelompok-kelompok teroris. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL