Israel-Palestine1Ramallah, LiputanIslam.com – Beberapa persoalan terkait Palestina, terutama masalah pembangunan pelabuhan laut dan pelabuhan udara (bandara) diperkirakan akan menjadi kendala serius dalam perundingan babak baru antara Palestina dan Israel yang akan diselenggarakan di Kairo, ibu kota Mesir, Senin 27 Oktober 2014

Anggota tim perunding Palestina Qais Abdul Karim dalam wawancara dengan al-Sharq al-Awsat Selasa (21/10) mengatakan, “Perundingan mendatang akan pelik karena mengagendakan pembicaraan masalah pelabuhan dan bandara, dan diperkirakan dua tuntutan ini akan memanaskan suasana perundingan. Dua tuntutan ini sebelumnya telah membuat Mesir terpaksa melimpahkannya pada tahap-tahap perundingan selanjutnya.”

Dia menambahkan, “Pihak Palestina bersikeras pada semua tuntutannya. Kami mengetahui bahwa pihak Israel akan menggiring kami pada perdebatan mengenai berbagai persoalan lain seperti pengawasan terhadap pintu-pintu perbatasan dan proses rekonstruksi Gaza serta beberapa persoalan sebelumnya sehingga kesempatan akan minim untuk dapat segera meraih kesepakatan mengenai tuntutan-tuntutan kami.”

Selain menuntut pembangunan pelabuhan dan bandara, pihak Palestina menghendaki rekonstruksi Gaza secepatnya, perluasan lokasi penangkapan ikan hingga sejauh 12 mil, pencabutan zona keamanan di perbatasan Gaza, dan pembebasan para tahanan yang semula dibebaskan tetapi kemudian ditangkap lagi oleh Israel di Tepi Barat.

Dalam perundingan 26 Agustus lalu kedua pihak sepakat menerapkan gencatan senjata serta pembukaan pintu perbatasan bagi masuknya bantuan kemanusiaan dan material bangunan untuk rekonstruksi Gaza. Rencananya, berbagai persoalan lain akan dibahas dalam perundingan yang akan datang. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL