tentara israelKairo, LiputanIslam.com – Gencatan senjata antara pasukan Israel dan para pejuang Palestina di Gaza diperpanjang hingga lima hari lagi, sementara perundingan kedua pihak di Kairo, Mesir, mengenai kesepakatan gencatan senjata permanen masih berlanjut, demikian dikatakan ketua delegasi perunding Palestina, Azzam al-Ahmad, sekitar satu jam sebelum berakhirnya jangka waktu 72 jam gencatan senjata Rabu malam pukul 00.00 waktu Palestina atau 21.00 GMT.

“Kami telah sepakat untuk memperpanjangjang waktu negosiasi,” ungkap Ahmad di Kairo, sebagaimana dilansir PressTV.

Sejauh ini, perundingan kedua pihak masih belum menghasilkan kesepakatan mengenai gencatan senjata permanen.

Sementara itu, media Israel menuduh pejuang Palestina telah melanggar gencatan senjata temporal dengan menembakkan beberapa roket menjelang berakhirnya masa berlaku gencatan senjata tersebut, namun tuduhan itu segera dibantah oleh Hamas.

Kamis dini hari (14/8) pemimpin Hamas Ismail Haniyeh menegaskan bahwa gencatan senjata permanen dengan Israel hanya bisa diraih apabila Tel Aviv mencabut secara total blokadenya terhadap Jalur Gaza yang telah berlangsung tujuh tahun.

Seperti diketahui, Israel telah melancarkan operasi militer secara masif di Jalur Gaza sejak 8 Juli 2014, mengakibatkan hampir 1,960 warga Palestina gugur, dan sedikitnya 10,100 warga lainnya menderita luka-luka.

Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) menyatakan sebanyak hampir 400,000 anak Palestina membutuhkan penanganan psikologis secepatnya untuk mengatasi trauma mereka terhadap bencana dan tragedi yang ditimbulkan oleh serangan Israel. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL