arab-saudi-dan-mesirBaghdad, LiputanIslam.com –   Perselisihan antara Arab Saudi dan Mesir belakangan terus memburuk, demikian pula antara Mesir dan Qatar, sehingga terefleksi dalam berbagai pernyataan sikap resmi dan perang media.

Kemlu Mesir belum lama ini merilis pernyataan yang menyayangkan sikap Dewan Kerjasama Teluk (GCC) terkait tuduhan resmi Mesir bahwa Qatar terlibat dalam beberapa aksi teror di Mesir. Kairo menyatakan telah mengajukan alasan-alasan yang solid dan akurat mengenai serangan teror bom bunuh diri di Gereja El-Botroseya (Santo Petrus dan Santo Paulus), Kairo, yang menewaskan 25 orang dan melukai 49 lainnya pada 11 Desember lalu.

Pakar hubungan internasional dari Universitas Kairo, Ayman Samir, mengatakan, “Masa bulan madu antara Saudi dan Mesir sudah sepenuhnya berakhir.  Kedua pihak sekarang hanya berusaha mempertahankan hubungan normal, atau bahkan bisa jadi lebih rendah lagi.”

Dia melanjutkan, “Mesir bisa jadi bersedia menjadi mitra, atau kawan, atau saudara, tapi selamanya tidak akan pernah menjadi negara yang membuntuti negara lain, sementara Mesir adalah negara Arab terbesar dan bahkan terdiri atas seperempat penduduk dunia Arab.”

Hubungan Mesir dengan Qatar memburuk sejak Presiden Mesir Mohamed Morsi dikudeta oleh militer pada tahun 2013.

Mengenai serangan teror Gereja El-Botroseya, pemerintah Mesir menyebutkan bahwa pelakunya belakangan telah berkunjung ke Qatar dan di sana dia mendapat dukungan dari kelompok Ikhwanul Muslimin yang disokong Qatar. Pernyataan Mesir ini ditolak oleh GCC yang didominasi oleh Saudi. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL