dempsey-cold-warWashington, LiputanIslam.com – Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (AS) Jenderal Martin Dempsey menyatakan bahwa peran dan keterlibatan Iran dalam operasi pasukan Irak untuk pembebasan kota Tikrit “bisa jadi positif”.

Kepada para senator AS dia mengatakan bahwa asistensi militer Iran untuk milisi Syiah bukan sesuatu yang baru, melainkan sudah ada sejak tahun 2004, namun dalam perkembangan situasi sekarang hal itu dilakukan secara terbuka dan nyata.

Ini merupakan perilaku yang paling nyata dari dukungan Iran, dalam bentuk artileri dan lain-lain, ” kata Dempsey kepada para anggota Komite Angkatan Bersenjata Senat AS, Selasa (3/3/2015).

Dia menambahkan, ” Terus terang, itu hanya akan menjadi masalah jika menimbulkan sektarianisme.”
Para pejabat Irak menyatakan bahwa jumlah total pasukan yang dikirim untuk menyingkirkan pasukan teroris ISIS dari Tikrit 30,000 personil. Menurut Dempsey, dua pertiga di antaranya adalah pasukan yang berbasis Iran dan milisi Syiah (al-Hasyd al-Sakbi), sedangkan sisanya adalah pasukan pemerintah Irak.

Raihan Babak Pertama Operasi

Berbagai sumber di Irak di yang kutip Alalam Rabu (4/3/2015) menyebutkan bahwa pasukan gabungan Irak berhasil membebaskan sejumlah kawasan di antara provinsi Salahuddin dan Kirkuk, sementara pasukan relawan al-Hasyd al-Sakbi dan pasukan adat berhasil membebaskan kawasan al-Moaibadi, Mobarak al-Farhan dan Albu Said di bagian timur provinsi Salahuddin serta memutus hubungan ISIS di kota Tikrit dan Kirkuk.

Pada babak pertama operasi pembebasan Tikrit bersandi “Labbaika Ya Rasullah, pasukan dan relawan Irak sebelumnya juga telah membebaskan kota al-Daur, tujuh desa yang berdekatan dengan provinsi Salahuddin dan dua ladang minyak Alas dan Ajil di bagian utara Salahuddin.

Sumber keamanan Irak mengatakan bahwa pasukan gabungan telah membuka jalan ke arah kawasan Albu Ajil.

Babak Kedua Dimulai

Komandan Polisi Federal Irak Jenderal Raed Shakir Jawdat dalam jumpa pers di Baghdad Selasa (3/3/2015) menyatakan bahwa operasi babak pertama pembebasan Tikrit dan pembersihan provinsi Salahuddin dari keberadaan ini telah usai, dan dengan emikian maka operasi babak kedua dimulai pada Rabu dini hari (4/3/2015).

Menurutnya, babak pertama yang dimulai sejak Minggu (1/3/2015) berakhir dengan pembebasan sembilan kawasan dan bersihnya provinsi Salahuddin secara total dari keberadaan ISIS. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*